Selasa, 29 Desember 2009

Center of Gravity

Centre of gravity is the point (G) at which the whole weight of a body can be said to act vertically downwards.
The centre of gravity depends upon weight distribution within the vessel and its position may be found by carrying out an inclining test or by calculation. The position of the centre of gravity (G) is measured vertically from a reference point, usually the keel of the vessel (K). This distance is called KG.
Baca Selengkapnya ya...

Senin, 28 Desember 2009

Gravity

“What goes up must come down”.
Throw a ball in the air. It soon comes back down in response to the earth’s gravitational pull.

Baca Selengkapnya ya...

Selasa, 22 Desember 2009

Tutorial Membuat Banner II

Pada kesempatan ini juga saya memberikan tutorial membuat banner animasi yang sudah saya tampilkan dalam sebuah ebook, saya membahas lebih jauh cara membuat banner animasi dengan menggunakan gif animator, langkah-langkah membuat ‘Banner II’ ini dapat dengan mudah dan sederhana dengan cara mendownload ebook yang telah saya sediakan disini secara gratis.

Jika Anda tertarik dengan Ebook ini dapat diperoleh dengan cara download disini
Password : maritimku




Baca Selengkapnya ya...

Tutorial Membuat Banner I

Salah satu metode dalam menarik orang meng-klik suatu link pada sebuah website adalah dengan memasang sebuah banner. Banyak cara dengan menggunakan bantuan software untuk membuat Banner tersebut. Bisa dengan Flash, photoshop maupun dengan gif animator/ microsoft paint. Disini saya akan membahas lebih jauh cara membuat banner dengan menggunakan gif animator dan microsoft paint, langkah-langkah membuat ‘Banner I’ ini dapat dengan mudah dan sederhana dengan cara mendownload ebook yang telah saya sediakan disini secara gratis.
Anda tertarik dengan Ebook ini silahkan download disini
Password : maritimku



Baca Selengkapnya ya...

Senin, 21 Desember 2009

LOLL

The term “loll” describes the state of a vessel which is unstable when upright and which floats at an angle from the upright to one side or the other. If an external force, e.g. a wave or wind, changes this state, the vessel will float at the same angle to the other side. Loll is quite different from list or heel as it is caused by different circumstances and requires different counter-measures to correct. It is, therefore, most important that fishermen are able to distinguish between these terms.





Baca Selengkapnya ya...

Kamis, 17 Desember 2009

Tutorial membuat website dengan joomla

Joomla Open Source atau lebih sering dikenal dengan Joomla! merupakan salah satu Content Management System (CMS) yang bersifat Open Source, ialah sebuah software gratis yang dapat digunakan untuk membuat web yang paling sederhana hingga paling kompleks sekalipun, seperti web portal. Disebut open source karena pengguna dapat memodifikasi, menghapus, maupun menambah script yang disertakan dalam software tersebut asal tetap mencantumkan hak cipta dan mentaati peraturan yang telah disepakati bersama-sama. Software open source berbeda dengan software gratis (free use) karena software yang bersifat gratis tidak menyertakan file-file aslinya (script) dari software tersebut sehingga pengguna tidak dapat mengetahui bagaimana dan apa isi yang terkandung di dalamnya.
Intinya, kode (script) dibuka untuk pengguna agar dapat dimodifikasi sendiri sesuai keinginan. Joomla! adalah salah satu CMS yang memilliki komunitas besar di seluruh dunia dengan didukung oleh para pengembang ketiga yang akan terus mengembangkan program inti Joomla!.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang CMS, silakan kunjungi website resminya di http://www.opensourcecms.com.
Anda ingin mendapatkan ebook ini secara gratis, dapat anda peroleh dengan mendownload disini

Baca Selengkapnya ya...

Excel programming

Excel programming: Your visual blueprint for creating interactive spreadsheets user simple, straightforward examples to teach you tos create powerful and dynamic programs.
To get the most of this book, you should read each chapter in order, from beginning to end. Each chapter introduces new ideas and builds on the knowledge learned in previous chapters. When you become familiar with excel programming: Your visual blueprint for creating interactive spreadsheets, you can uses this book as an informative desktop reference.

If you need free ebook, download in here
Baca Selengkapnya ya...

Ebook windows server 2008 R2

Windows Server 2008 R2, or simply R2 for short, is the second release of Windows Server 2008 It isn’t a completely new release, but rather adds additional features and refnements to the existing release In this book, we focus on the new features and refnements in R2 We assume you have at least a general knowledge of Windows Server, and that you have some familiarity with Windows Server 2008, although we don’t assume you’re actively running Windows Server 2008 Where an R2 feature is a refnement of a feature that was new in Windows Server 2008, we provide background on the Windows Server 2008 feature to provide context .

To Free ebook download in here
password : maritimku
Baca Selengkapnya ya...

Optimalisasi komputer dengan TuneUp 2010

TuneUp Utilities 2010 yang sekarang sudah dikeluarkan dapat digunakan untuk membuat sistem Operasi Windows yang kita gunakan menjadi lebih cepat, stabil, nyaman dan lebih amandengan beberapa pengaturan pada fasilitas yang disediakan pada TunUp 2010. Semua operasi yang dilakukan pada sistem operasi akan benar-benar aman, karena semua perubahan akan dipantau oleh TuneUp Rescue Center dan dapat dibatalkan kapan saja jika mengalami kesalahan.
TuneUp Utilities 2010 sangat membantu kita untuk membuat Windows sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan dengan cara yang cepat, simple, mudah, lebih baik dan aman. TuneUp Utilities akan membuat perubahan yang diperlukan dalam registri atau file boot secara otomatis.
TuneUp Utilities menempatkan perhatian dengan nilai yang cukup tinggi pada stabilitas sistem, sehingga Windows tidak akan berhenti berkerja atau menjadi sangat lambat ketika sedang di optimalkan dengan program ini. Dan sebagian besar perubahan yang anda buat dapat dibatalkan dalam TuneUp Rescue Center secara mudah dan aman.
TuneUp Utilities akan secara otomatis menjalankan tugas-tugas pemeliharaan yang penting bagi komputer anda, membuat anda mengetahui setiap masalah dan menawarkan solusi yang sederhana. Hal ini menjamin kinerja akan selalu terbaik. Sebuah komputer yang lambat dan berantakan sekarang akan menjadi lebih baik dengan proses setting menggunakan TunUp 2010.
Anda juga dapat menggunakan TuneUp Utilities untuk menyesuaikan tampilan pada sistem Windows, contohnya seperti mengganti tampilan pada icon, boot screen, logon screen dan lainnya, sehingga membuat anda dapat bekerja pada komputer lebih menyenangkan. Dengan software ini kita juga bisa mengatur Start Up dan juga tersedia feature untuk uninstall/remove program yang mungkin sudah tidak anda perlukan lagi pada computer yang anda gunakan seperti pada fasilitas yang ada pada windows yaitu yang terdapat pada control panel yaitu pada failitas add/remove programs and components. Kemudian juga bisa memperbaiki dan memaksimalkan koneksi internet yang kita gunakan.
Feature TuneUp Click Maintenance yang menjadi andalan dari program ini juga masih tersedia dan tetap menjadi salah satu keunggulan TuneUp Utilities. Dengan fitur ini hanya cukup satu klik saja maka secara otomatis akan memperbaiki dan meningkatkan kinerja pada sistem Windows yang kita gunakan.

Feature- feature yang ada pada TuneUp Utilities 2010 antara lain:
A. Maintain System
Regular maintenance increases the stability of your PC, but is complicated and takes a lot of time when doing it manually. Spare yourself the stress! WithTuneUp Utilities, you can clean up your computer and delete unnecessary files with only one click. Neat!
•1-Click Maintenance and Automatic Maintenance
•Optimize system startup and shutdown
•Defragment hard disks
•Remove broken shortcuts
•Defragment registry
•Clean registry

B.Increase performance
Whether you are working or gaming: TuneUp Utilities increases the performance of your PC. Programs that are used rarely or never are tracked down, startup processes are shortened and unwanted garbage files are eliminated. For trouble-free working on your PC.
•Turbo Mode
•Configure Live Optimization
•Free up disk space
•Configure system startup
•Display and uninstall programs

C. Fix problems
With only a few clicks, you can fix typical Windows problems as easy as pie — without being a PC expert yourself. TuneUp Utilities finds errors on data carriers and fixes them automatically — about 60 of the most frequent problems under XP™, Vista™, and Windows 7™. TuneUp Utilities can even restore files deleted by accident — quickly, easily, and reliably.
•Fix typical problems
•Restore deleted data
•Check hard drive for errors
•Manage running programs

D. Customize Windows
Give your Windows a new look with TuneUp Utilities and customize programs and system settings to meet your needs: cool new boot screens, icons, and animations provide that personalized look for your Desktop. You can easily customize the appearance of Windows and settings of manyprograms to your liking.
•Personalize Windows appearance
•Change Windows settings

E. Additional functions
TuneUp Utilities offers you transparency and safety and keeps you up to date. Stay informed with the System information and Optimization Report, undo changes made accidentally, or check for available updates. From fast and safe editing of the registry to deleting data — even computer experts will find applications to meet their needs.You can find all the features that provide you with an overview of your PC and more security in this area.
•Display TuneUp Optimization Report
•Undo changes
•Check for updates
•Show system information
•Permanently erase data
•Editing the registry

Anda dapat mendapatkan software TuneUp 2010 ini secara gratis dan dapat didownload disini

Baca Selengkapnya ya...

Rabu, 16 Desember 2009

Trik download cepat di rapidshare

Anda merasa jengkel jika melakukan download pada situs rapidshare dengan lambat sekali. Jangan kuatir saya memiliki trik yang mungkin bisa membantu anda dalam menyelesaikan masalah ini yaitu :

1. Menggunakan Rapidshare leecher 2007

Dengan menggunakan aplikasi rapidshare leecher 2007 ini anda akan bisa melakukan aktifitas download layaknya premium user. Anda hanya melakuakn copy paste pada link download rapidshare anda di kolom yang telah disediakan dan klik tombol download / get premium link, maka anda bisa mendownloadnya dengan kecepatan maksimal layaknya premium user.
Saya akan memberikan trik ini sekaligus dengan softwarenya yang dapat anda download secara gratis. RapidShare Leecher merupakan salah satu software untuk mengkali Rapidshare suapaya download lebih cepat. Saya sudah mencoba software ini, hasilnya cukup memuaskan. Tinggal masukkan URL file, terus start download, tunggu sebentar, download langsung start, downloadnya juga lumayan kenceng.
Bagi yang koneksi internetnya menggunakan proxy jangan lupa untuk mengganti proxynya dengan klik kanan file yang download, terus pilih Change Proxy.

Feature :
a)Fully Automated Downloading.
b)Automatic CAPTCHA Image Detection.
c)Silent operation mode, will sit and wait for links in system tray.
d)Pr@xy Support for simultaneous downloads and unlimited downloading.
e)Inbuilt Downloader with detailed static’s.
f)Full installer and uninstaller.
g)Very simple to use.
h)Pleasant, easy to use interface.
i)Constantly Updated.
j)Adware & Spyware Free.
k)Support is provided for users with quick BUG FIXES
l)Best of All its FREE & SAFE.
RapidShare Leecher membutuhkan netFramework 2.0 agar dapat dijalankan.
software ini dapat anda download disini
Password : maritimku

2. Menghilangkan waiting time ketika akan men-download di rapidshare

Mungkin trik berikut ini adalah trik yang sudah lama digunakan dan kami menemukan trik ini dari situs yang lain, namun tidak ada salahnya jika kita untuk mencobanya dan tidak ada ruginya pula. Caranya adalah silahkan anda paste link download rapidshare yang akan didownload di browser mozilla firefox yang kita jalankan.

Pada halaman download Rapidshare yang telah muncul pilihlah pada icon free user. Saat muncul detik waiting time hitungan mundur, paste kan kode “ javascript:alert(c=0) ” (tanpa tanda kutip) ke browser anda.

Jika anda berhasil maka waiting time akan langsung 0 (Nol) dan akan langsung keluar tombol download file anda.

3.Download banyak file tanpa harus menunggu jeda waktu
Pada kondisi biasanya saat melakukan proses download di rapidshare maka akan ada informasi kepada para downloader untuk menunggu proses download pertama selesai,sebelum melakukan download berikutnya.Hal ini disebebkan karena IP komputer yang kita gunakan telah tercatat oleh rapidshare. Hal ini dapat kita akali dengan cara berikut ini :

a. Copy paste link rapidshare yang akan kita download
b. Klik pada Start > Run > dan ketik CMD
c. setelah muncul command prompt, ketikkan satu per satu perintah berikut ini :

ipconfig / flushdns
ipconfig / release
ipconfig / renew
exit

d. Bukalah browser dan clear cache dan cookiesnya
e. Paste link rapidshare yang sebelumnya dan silahkan download lagi dengan sepuasnya.
f. Ulangi trik ini jika anda ingin mendownload file lagi dari rapidshare tanpa harus
menunggu jeda waktu antar download.

Baca Selengkapnya ya...

Heel

A vessel is said to be heeled when it is inclined by an external force, e.g.

from waves or the wind.
Baca Selengkapnya ya...

List

A vessel is said to be listed when it is inclined by forces within the vessel, e.g. movement of weight within the vessel.

A list reduces the stability of the vessel.
When a list is corrected by increasing the displacement mass, the additional weight should be placed as low as possible in the vessel.
Baca Selengkapnya ya...

Displacement Mass

Displacement mass is the total weight of the vessel, i.e.:

Lightship weight + deadweight = displacement mass
Baca Selengkapnya ya...

Selasa, 08 September 2009

Deadweight

Deadweight is the actual amount of weight in tonnes that a vessel can carry when loaded to the maximum permissible draught (includes fuel, fresh water, gear supplies, catch and crew).

Baca Selengkapnya ya...

Rabu, 02 September 2009

Freeboard

Freeboard is the vertical distance from the top of the lowest point of the working deck at the side of the vessel to the waterline.

The light ship weight is the actual weight of a vessel when complete and ready forservice but empty.
Baca Selengkapnya ya...

Draught

Draught relates to the depth of water required for a vessel to float freely and is measured vertically from the underneath side of the keel to the waterline.

Baca Selengkapnya ya...

Displacement

Archimedes principle: Every floating body displaces its own weight of the liquid in which it floats.










For a vessel to float freely in water, the weight of the vessel must be equal to the weight of the volume of water it displaces.
Displacement is the volume of water the vessel displaces.
Baca Selengkapnya ya...

Selasa, 04 Agustus 2009

Waktu dan tempat pemijahan ikan lemuru

Belum diketahui secara pasti waktu dan tempat pemijahan ikan lemuru, apakah diluar atau di dalam Selat Bali. Menurut Soe jodinoto (1960), ikan lemuru cenderung datang ke pantai untuk bertelur karena salinitasnya rendah. Menurut nelayan, makin banyak hujan yang jatuh di pantai, adalah merupakan tanda makin dekat datangnya ikan lemuru,kemudian ikan lemuru akan menghilang karena hujan sangat sedikit yaitu pada bulan-bulan Maret dan April. Menurut Dwiponggo (1972), ikan-ikan lemuru yang tertangkap di perairan Selat Bali diperkirakan memijah pada bulan-bulan Juni-Juli yang dibenarkan oleh Rierbush (1975) dan Burhanuddin et al, (1984). Tempat pemijahan diperkirakan tidak jauh dari pantai Selat Bali, ternyata dengan tertangkapnya ikan sempenit oleh baga-bagan tancap di Teluk Pangpang, antara lain pada bulan Juni.
Diperkirakan ada kelompok ikan lemuru yang memijah pada bulan Oktober-Nopember. Menurut Whitehead (1985), ada kemungkinan ikan lemuru di Selat Bali memijah pada akhir musim hujan setiap tahun. Pemijahan ikan lemuru di laut Cina timur mencapai puncak pada akhir bulan Maret sampai Mei, terus sampai bulan Agustus. Menurut Raja (1967), ikan S. longiceps di lndia memijah pada bulan-bulan Juni- September dan puncaknya pada bulan-bulan Juli-Agustus. Studi garis tengah telur memperiihatkan bahwa ikan S. longiceps di luar pantai Kochin di lndia mempunyai suatu periode pemijahan yang pendek, telur dikeluarkan dalam satu kali pemijahan saja, dengan puncak musim pemijahan pada bulan Juni sampai Agustus (Balan, 1971). Daerah pemijahannya di luar Quilandy, dekat Kalikut, lndia (Devanesan, 1943 dalam Raja, 1969), yaitu kira-kira 15 km dari pantai (Nair, 1953b dalam Raja, 1969). S. aurita Val. Memijah dalam periode waktu yang panjang (Maret-Agustus) tetapi puncaknya mulai akhir Maret sampai Mei, memijahnya pada perairan pantai (kedalaman 40-50 m) di sebelah selatan Fujian dan sebelah timur Guangdong dipantai selatan Cina sebelah timur (Qiu dan Huang, 1983).
Menurut Murphy (1977), ikan haring meletakkan telur-telumya di dasar perairan pada kedalaman sedang di lautan Atlantik Utara, dan di daerah "intertidal" di Lautan Pasifik Utara. Menurut Laevastu dan Hela (1970), suhu air paling berpengaruh selama pernijahan dan kebanyakan jenis ikan, sedang pengaruh salinitas hanya sedikit. lebih jauh dikatakannya bahwa ikan sardin lwashi (Saminops melabosticta) di laut Jepang memijah pada kisaran suhu antara 13-17°C dengan suhu optimumnya berkisar antara 14-15,5 °C, sedangkan sardin pasifik (Sardinops caerulea) memijah di luar Kalifomia pada kisaran suhu yang sama dengan suhu optimumnya berkisar antara 151-6°C.
Oleh : Martinus, dkk (2004)
Baca Selengkapnya ya...

Hubungan Ikan-ikan Pelagis Kecil Bergerombol dengan Lingkungan

lkan lemuru di perairan Selat Bali kelihatannya berhubungan erat dengan faktor-faktor lingkungannya, terutama terjadinya penaikan air atau upwelling (Birowo, 1975). Seperti halnya ikan S. longiceps di Teluk Aden, pertumbuhannya dipengaruhi oleh penaikan air dan pengayaan plankton, laju pertumbuhannya cepat pada periode penaikan air dan lambat pada periode tidak terjadi penaikan air atau non-upwelling (Edwards dan Shaher, 1987).
Ikan-ikan dupeid seperti jenis ten (anchovy), jenis lemuru (sardine) dan hering (Famili Engraulidae dan Clupeidae), yang oleh Adams (1980) disebut sebagai jenis-jenis organisme yang lebih bersifat "re-selection", merupakan sediaan-sediaan yang "poorly behaved dan sangat mudah berubah (Csirke, 1988), dibandingkan dengan sediaansediaan yang ' M I behaved seperti ikan plaice, haddock, sole, udang penaeid, paus bersirip (fin whale) dan sebagainya. Adanya perbedaan tingkah laku dari kedua macam stok di atas, adalah karena posisinya di dalam 'Yhrophic level". Untuk ikan-ikan pelagis kecil rantai makanannya biasanya sederhana, misalnya fitopknkton-teri, atau fitoplankton-zooplankton-lemuru. Pada umumnya species ikan pelagis kecil yang bergerombol adalah "filter feeder" atau "particulate plankton feeder", 'Yrophic level"nya relati rendah dan menempati posisi awal dalam rantai makanan di laut sehingga memungkinkan sediaan-sediaan ini dapat mencapai tingkat-tingkat biomassa yang tertinggi (Csirke, 1988). Ini terutama terjadi di daerah-daerah dimana terjadi proses penaikan air.
Sumber: Martinus, dkk (2004)

Baca Selengkapnya ya...

Penyebaran ikan lemuru

Menurut Whitehead (1985), ikan lemuru tersebar di lautan lndia bagian timur yaitu Phuket, Thailand, di pantai-pantai sebelah selatan Jawa Timur dan Bali; Australia sebelah barat, dan lautan Pasifik sebelah barat (Laut Jawa ke utara sampai Filiphina, Hong Kong,Pulau Taiwan sampai Jepang bagian selatan).

Penyebaran S. longjceps, suatu spesies yang paling dekat dengan ikan lemuru,adalah di Lautan lndia (hanya di bagian sebelah utara dan barat saja, Teluk Aden, teluk Oman, (tetapi kelihatannya tidak ada di Laut Merah), ke arah timur dibagian selatan India, di pantai timur Andhra; mungkin sampai ke Andaman), sedangkan S. neglecta hanya terdapat di Lautan lndia sebelah Barat (pantaiipantai Kenya dan Tanzania).
Di Indonesia, seiain di perairan Selat Bali dan sekitamya, ikan lemuru terdapat juga disebelah selatan Temate dan Teluk Jakarta. Pada waktu-waktu tertentu tertangkap juga dilaut Jawa di luar pantai Jawa Tengah (Weber dan De Beaufort, 191 5 dalam Soe rjodinoto,1960).
Sumber : Martinus, dkk (2004)

Baca Selengkapnya ya...

Award ketigaku

Penghargaan merupakan suatu nilai lebih yang dapat menumbuhkan suatu rangsangan kepada setiap insan untuk menjalin, mempererat tali silaturahmi antar blogger khususnya.
untuk ketiga kalinya saya diberikan suatu tanda persahatan antar blogger.

award ini saya peroleh dari pemberian kawan blogger yang bernama http://indo15.blogspot.com/ yang diberikan kepada saya pada tanggal 30 Juli 2009, baru hari ini saya bisa posting award dari http://indo15.blogspot.com/.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada kawan blogger yang telah meberikan award kepada saya, hal ini saya jadikan sebagai tanda silaturahmi antar blogger.
Berikut ini award yang diberikan kepada saya.

Photobucket


Baca Selengkapnya ya...

Minggu, 12 Juli 2009

Award ke dua ku

Untuk kedua kalinya saya mendapatkan sebuah award yang diberikan salah satu kawan blogger sebagai salah satu penghargaan kepada saya.

Berikut ini adalah award yang saya terima....
Award utk sahabat


Terima kasih saya ucapkan kepada indo15.blogspot.com yang sudi memberikan suatu penghargaan tanda persahabatan dan tali silaturahmi para blogger.... semoga persahabatan antar blogger tetap baik dan lebih sukses dan meningkat silaturahminya.
Baca Selengkapnya ya...

Tingkatkan trafik blog/web Anda dengan sistem MLM

Hai kawan semua maukah blog anda dapat backlink gratis? kalau ya terusin baca info ini, Harri dapat tips jitu nih dari sahabat blogger untuk meningkatkan traffic blog kita kali ini sistem yang dipake adalah sistem MLM. Tapi kita ga jualan lo, cuma trik biar link kita banyak dikunjungi. Caranya gampang dan syaratnya gampang bgt. Temen2 cuma tinggal copy link yang ada di bawah ini dengan catatan teman-teman harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link anda sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Syaratnya juga gampang banget...Temen-temen cuma dituntut berbuat JUJUR.

  1. dimas0883 blogspot
  2. Freeware-Asik
  3. Uang otomatis
  4. Seti@wan Dirgant@Ra
  5. Arumsekartaji
  6. ANTaPhoenixers
  7. Padhang Bulan
  8. Blog Sederhana
  9. Sahabat Pena
  10. Harri Adventure


Jika temen-temen mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah:

Ketika posisi anda 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125
Dan semuanya menggunakan kata kunci yang anda inginkan. Dari sisi SEO anda sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung downline lalu mengklik link Anda itu, maka anda juga akan mendapatkan traffic tambahan.

Nah, silahkan copy paste artikel ini, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link web anda di posisi 10. Ingat, Anda harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika anda tiba2 di posisi 1, maka link anda akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10. Nggak ada salahnya khan mencoba? Mari kita lihat bagaimana efeknya. BOOM!
Bookmark and Share
Baca Selengkapnya ya...

Senin, 06 Juli 2009

Approval of Research Plans by IACUCs

When approval by an IACUC is required, investigators must prepare written statements or applications for animal use that assure that all applications, proposals, and actual research will meet certain basic requirements. Such assurances include limiting unneeded replications of research, use of appropriate species, and adequate experimental design.
Investigators must be familiar with the species to be studied, or closely related surrogates, so as to be able to provide environmental conditions essential for the wellbeing of the experimental subjects and to be able to recognize their responses to disturbances, including capture and restraint, or other changes in environmental conditions that may be applicable to the particular study. Copies of IACUC plans are maintained by the IACUC and the individual researcher.
Baca Selengkapnya ya...

The Role of Institutional Animal Care and Use Committees

The IACUCs are appointed by the chief executive officer of each institution. The IACUCs have certain federally mandated responsibilities, such as review of protocols and periodic evaluations of the program of animal care and use, including inspections of facilities.
Typically, each institution develops its own procedures following federal guidelines to address the basic responsibilities of its IACUC. The IACUC conducts semiannual program evaluations, inspects animal facilities, reviews protocols, maintains IACUC records, and develops annual reports for the responsible institutional or federal official.
The IACUC is also responsible for ensuring that adequate veterinary care is provided, that a human occupational health and safety program is part of the overall animal care and use program, and that animal facilities, including husbandry of animals, are properly managed. The membership of the IACUC varies from institution to institution but normally includes five or more individuals. A veterinarian, a practicing research scientist, an individual whose primary concerns are in a nonscientific area, and an individual who is not affiliated with the institution other than as a member of the IACUC typically are included.
The IACUC has a mandate to investigate and evaluate concerns regarding the care and use of animals at the institution. Concerns may be raised by staff or employees of the institution, individuals in the community, or even members of the IACUC. The IACUC is empowered to suspend a project if it finds violations of the Public Health Service (PHS) Policy and Government Principles Regarding the Care and Use of Animals (ILARC 1996, Appendix D). For further information on the role and responsibilities of IACUCs, see APHIS (1992), Thomas and Greene (1994), ILARC (1996), or Silverman et al. (2000;also see Public Law 99158).
Baca Selengkapnya ya...

Selasa, 30 Juni 2009

Statistik perikanan

Database yang diperlukan untuk pengkajian stok, yang pertama diperoleh sebagai data penangkapan atau pendaratan ikan, data biologi dan jumlah kapal yang beroperasi. Sedangkan kategori yang lain terdiri dari data yang diperoleh kapal penelitian yang irancang mengestimasi karakterisasi dari stok.
Data pendaratan ikan
Dengan jumlah jenis ikan yang banyak dan campuran jenis ikan kecil-kecil, dialami adanya kesulitan dalam menyusun statistik perikanan. Untuk menanggulangi hal tersebut ialah dengan mengelompokkan ikan-ikan kecil dalam kelompok ikan lain-lain.
Pengumpulan data statistik perikanan biasanya melalui tingkat Kabupaten/Kota Madya Daerah Tk.II, diteruskan ke Dinas Perikanan Tk.I dan Direktorat Jenderal Perikanan. Biasanya tiap tahun masing-masing tingkatan akan mengeluarkan buku statistik perikanan. Statistik perikanan berisi hasil tangkapan per jenis ikan utama di suatu pantai pendaratan ikan masing-masing propinsi untuk tiap alat penangkapan (Tingkat Nasional).
Upaya penangkapan: Dengan jumlah informasi yang sangat banyak, telah dikumpulkan oleh staf perikanan Daerah Tingkat II/Propinsi berupa jumlah kapal penangkapan, jumlah berbagai alat penangkapan dan ukurannya. Dengan keadaan letak kepulauan Indonesia yang tersebar luas, pengumpulan data statistik mengalami permasalahan tersendiri, ditambah dengan kualitas sumber daya manusia yang masih rendah dan dana yang terbatas.
Sejak tahun 1973, data tahunan tentang hasil tangkapan (kg) per alat tangkap (28 jenis alat) untuk masing-masing propinsi sudah bisa diperoleh dari buku Statistik Perikanan Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian.
Data hasil kapal penelitian
Survei dengan alat trawl sering dilakukan secara sistematik untuk mengkaji sumber daya perikanan demersal terutama di Laut Jawa, Laut Cina Selatan dan Selat Malaka. Tiap stasion, hasil penangkapan disortir, ditimbang dan identifikasi jenis ikannya. Telah diketahui sekitar 118 spesies dan 30 grup spesies, ditambah 8 grup invertebrata dan trash fish. Jumlah trash fish sekitar 3-4% dari total hasil tangkapan trawl. Data lainnya yang dikumpulkan dari stasion penangkapan adalah aspek biologi ikan (panjang, berat, kematangan gorad, otolith dan sebagainya) dan parameter oseanografi.
Survei akustik dilakukan terutama diperairan laut dalam, seperti di Samudera India, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi. Tujuan survei untuk mengkaji distribusi ikan pelagis dan kelimpahannya, serta perubahan-perubahan sumber daya dari musim ke musim.
Penandaan ikan (tagging/marking), dengan cara melekatkan tanda (tags) pada bagian badan/sirip kemudian ikan dilepas lagi ke laut. Dari data ikan yang tertangkap kembali akan diketahui tentang parameter stok ikan: migrasi, mortalitas (total, alam dan penangkapan) pertumbuhan dan tingkat eksploitasi stok.
Baca Selengkapnya ya...

Database perikanan

Sebagai negara kepulauan, terdapat ribuan perkampungan nelayan sepanjang pantai, masing-masing dengan sejumlah perahu/kapal penangkapan dan juga alat tangkap tradisional tanpa menggunakan perahu/kapal. Akibatnya, pengumpulan data hasil penangkapan dan upaya (jumlah kapal) sulit dilakukan.
Analisis pendugaan stok diambil dari beberapa sumber informasi untuk menduga kelimpahan sumber daya dan kecenderungan perubahan populasi. Pada dasarnya informasi diperoleh dari kapal penangkapan (komersial), misalnya jumlah hasil tangkapan dan karakteristik biologi (panjang, sex dan kematangan gonad), dan hasil tangkapan per unitnya (catch per unit effort = CPUE) adalah merupakan data dasar untuk pengkajian stok.
Baca Selengkapnya ya...

Perairan Umum

Pengertian perairan umum adalah bagian dari permukaan bumi yang secara permanen atau berkala digenangi air, baik air tawar, air payau maupun air laut; mulai dari garis pasang surut laut terendah ke arah daratan dan badan air tersebut terbentuk secara alami atau buatan. Perairan umum tidak dimiliki oleh perorangan dan mempunyai fungsi politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan-keamanan dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat. Yang termasuk dalam perairan umum adalah sungai (DAS), danau, waduk, goba dan genangan air lainnya.
Dalam arti luas kebijaksanaan perikanan di Indonesia sebagian besar diarahkan pada regulasi teknik dalam kegiatan perikanan dan dalam perbaikan stock (stock enchancement). Tanggung jawab pemerintah terhadap perairan umum dibagi diberbagai tingkat. Pemerintah pusat mempunyai tugas yang meliputi: (1) regulasi, (2) penelitian, dan (3) pelayanan jasa, akan tetapi pelaksanaannya sering tergantung dari pemerintah daerah propinsi maupun kabupaten. Dinas perikanan menghadapi tugas harian untuk menerapkan peraturan-peraturan serta memberikan informasi serta pelayanan. Tanggung jawab utama pemerintah pusat di antara sekian banyak hal-hal yang berhubungan dengan perikanan perairan umum adalah pelarangan alat-alat penangkapan ikan yang merusak (aliran listrik, peledak), peraturan ukuran mata jaring minimum dan ukuran minimum ikan yang ditangkap serta pembuatan daerah- daerah reservat. Hal-hal tersebut dapat lebih diperinci secara khusus dan didukung oleh peraturan yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah (Dinas Perikanan) dan yang mencerminkan kebutuhan nelayan setempat. Disamping itu terdapat program penebaran ikan (restocking) di perairan umum.
Semuanya ini dipandang sebagai upaya defensif untuk mempertahankan hasil perikanan perairan umum, yang nampaknya tidak ada prospek untuk meningkatkan hasil tangkapan yang lebih tinggi. Tanpa pengelolaan yang baik, meningkatnya pembangunan nasional yang cepat seperti yang berlangsung sekarang dapat mengarah kepada berbagai masalah pada upaya perikanan dan masyarakat yang tergantung padanya.
Baca Selengkapnya ya...

Struktur perikanan

Dalam perikanan di Indonesia terbagi secara ekologis dalam beberapa area yaitu: perikanan laut, perikanan air tawar dan perikanan pantai.
Perikanan laut: kegiatan utama adalah penangkapan (hunting) untuk memanfaatkan sumberdaya hayati laut. Untuk menjaga kelestarian sumberdaya hayati, diperlukan pengelolaan perikanan.
Perikanan air tawar: terdiri dari kegiatan, yaitu kegiatan budidaya dan penangkapan ikan di perairan umum (DAS, danau dan waduk). Untuk perairan umum diperlukan juga studi pengelolaan sumberdaya hayati.
Perikanan pantai: kegiatannya terutama dalam menangani budidaya laut (mariculture) dan budidaya di tambak (air payau).
Kegiatan lain yang mencakup semua kegiatan perikanan adalah penelitian/ pengkajian pascapanen. Untuk selanjutnya pembahasan dikelompokkan dalam pengelolaan sumberdaya perairan umum dan laut, penangkapan, budidaya (air tawar, payau, laut dan keramba jaring apung/KJA) serta pascapanen.
Baca Selengkapnya ya...

Senin, 29 Juni 2009

Fisheries and Stock Assessment

Fishes of the world’s oceans were once considered inexhaustible (Safina 1995;Pauly and Palomares 2005), and that human fishing could not deplete widely dispersed marine fish populations (Haddon 2001). Times have changed and there is now a crisis looming as humans witness the collapse of fisheries, destabilization of marine ecosystems, decreasing biodiversity, and increasing impoverishment of coastal communities (Pauly et al. 1998; Watson and Pauly 2001; Myers and Worm 2003; Hilborn 2001; Hutchings and Reynolds 2004). The large number of overfished populations (Jackson et al. 2001; Garcia and Grainger 2005; Froese 2004; Fulton et al. 2005), as well as indirect effects of fisheries on marine ecosystems (Myers and Worm 2005), indicate that fisheries management has failed to achieve its principal goal of sustainability (Botsford et al. 1997; Jackson et al. 2001).

Practicable methods for quantifying the status of fishery resources are critical to effective fisheries management (Gobert 1997; Aubone 2003). Stock assessment methods determine changes in the abundance of fishery stocks in response to fishing, and redict future trends of stock abundance. Stock assessment involves collecting and analyzing biological and statistical information based on resource surveys, knowledge of habitat, life-history, and behavior of the species, and catch data. Stock assessments are used as a basis to assess and specify the present and probable future condition of a fishery (NOAA 2005).
Mathematical models that underlie stock assessment have been developed to provide scientifically sound information on stock status and on predicted harvesting rates relative to sustainable harvest rates (Sissenwine 1981). Stock assessment models have been used to provide predictions of annual yields into the future under different harvest strategies, short-term yield forecasts, recommendations of allowable biological catch, and evaluation of the feasibility of stock rebuilding strategies (Rose and Cowan 2003). The results of these mathematical models form the basis of recommendations to fishery management agencies, which subsequently formulate management plans and strategies to ensure the sustainable and optimal use of the resource (Cadrin 1999; Caddy 2002; Hilborn 2001). Stock assessment models typically involve the use of life-history information on growth, mortality, and reproduction, coupled with indices of stock abundance derived from commercial fisheries data or scientific surveys (Gayanilo and Pauly 1997; Beddington and Kirkwood 2005).
While there has been much research in the area of stock assessment (Hilborn and Walters 1992), most effort has focused on temperate species and on situations where relatively long-term, age-based data are available. Commonly used methods include virtual population analysis (Gayanilo and Pauly 1997; Haddon 2001) and age-structured matrix projection models (Hilborn and Walters 1992; Quinn and Deriso 1999). These methods generally use catch or survey data, from which individuals have been sampled and their size (length or weight) measured and their age determined from hard-parts such as scales or otoliths (Gallucci et al.1996; Gayanilo and Pauly 1997; Quinn and Deriso 1999). While age-structured approaches provide a powerful framework for stock assessment, determination of ages is labor intensive, involves high costs and capital investment, and requires well-trained personnel (Craig 1999; Pilling 1999).
Baca Selengkapnya ya...

Promosi produk dapat laptop gratis

Mau ikutan memasarkan produk milik http://www.alnect.net/ selain itu juga anda akan bersaing untuk mendapatkan hadiah langsung dari alnect. langsung saja ikuti program ini dengan keyakinan tanpa ragu-ragu daftarkan blog anda sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan sesuatu undian yang dijanjikan oleh alnect. Jika Anda berminat klik aja banner di bawah ini
Alnect computer Blog Contest
Baca Selengkapnya ya...

Jumat, 26 Juni 2009

Membaca desain alat tangkap

Alasan proses pembuatan alat tangkap di dahului dengan membaca desain alat tangkap:
• Merupakan langkah awal dalam konstruksi alat tangkap
• Proses analisis bahan dan alat yang diperlukan
• Proses analisis kebutuhan biaya yang akan dikeluarkan
• Mensinkronkan dengan tujuan dari pembuatan alat tangkap
Baca Selengkapnya ya...

Daya tenggelam

Dalam menentukan daya apung dapat dicari dengan mengguanakan persamaan sebagai berikut:
G = V(C-1) DIMANA V = W : C
Keterangan :
G = daya tengelam
V = volume benda
W = berat benda diudara
C = berat jenis benda


CONTOH:
Diketahui :
W = 5 Kg , BERAT JENIS = 3,5
Ditanyakan : G = ………… ?
JADI G = (5 :3,5)X(3,5 -1)
= 3,5 Kg
Baca Selengkapnya ya...

Kamis, 25 Juni 2009

Daya apung

Dalam menentukan daya apung dapat dicari dengan mengguanakan persamaan sebagai berikut:
B = V(1-C) DIMANA V = W : C
Keterangan :
B = Daya Apung
V = Volume Benda
W = Berat Benda diudara
C = Berat Jenis Benda

CONTOH:
Diketahui:
W = 25 gr, Berat Jenis = 0,25
Ditanyakan : B = ………… ?
Jawab:
Jadi B = (25:0,25) x (1-0,25)
= 75 gram
Baca Selengkapnya ya...

Hanging ratio (Shrinkage/penciutan luar)

Shrinkage (s) adalah perbandingan antara panjang jaring dalam keadaan terentang dengan panjang tali ris atas, dinyatakan dalam %.
Contoh : Misalnya panjang jaring 100 m, dipasang pada tali ris atas 80 m.>
Maka S = {(100-80): (100)}x100%

Jadi S = 20%
Baca Selengkapnya ya...

Selasa, 16 Juni 2009

Penandaan posisi duga

Aturan-aturan penting dalam hal penandaan posisi duga adalah sebagai berikut :
  1. Segera sesudah melukis garis haluan atau menentukan posisi, harus diberi tanda.
  2. Tulisan tidak boleh menutupi garis, tanda-tanda untuk menunjukkan posisi pasti dan posisi yang sedang dijalani harus ditulis mendatar.
  3. Tanda-tanda yang menunjukkan arah dan kecepatan sepanjang garis haluan, harus ditulis searah dengan garisnya.
  4. Garis haluan diberi simbol C (Coarse = haluan) dengan 3 digit/angka yang menandakan derajat haluan sejati, ditempatkan di atas garis haluan.
  5. Tanda yang menyatakan kecepatan rata-rata sepanjang garis haluan adalah S (Speed = kecepatan) diikuti dengan angka berapa kecepatan yang ditunjukkannya, umumnya dalam knot (mil per jam). Tanda ini ditulis dibawah dari garis haluan, biasanya persis di bawah tanda haluan.
  6. Jika posisi duga dilukis sebagai suatu pengembangan perencanaan menurut gerakan kapal dimana jaraknya telah diketahui, kecepatan kapalsebelum berangkat juga telah diketahui, jika ingin memberi tanda posisiduga menurut jaraknya maka tulislah dengan simbol D (Departure =keberangkatan) diikuti dengan jarak dalam mil, ditempatkan di bawahgaris haluan.
  7. Semua tanda harus ditulis dengan jelas dan rapih.
  8. Simbol untuk posisi fix (pasti) adalah sebuah titik yang berada di dalam lingkaran kecil (contoh penulisan : ȧ), waktu ditulis secara mendatar di dekatnya (jika posisi berada pada pertemuan dua garis baringan yang berbeda maka penulisan titik dapat diabaikan).
  9. Simbol untuk Running fix, disingkat R Fix (posisi yang sedang dilayari) adalah sama dengan simbol Fix (posisi pasti) tetapi huruf R Fix diikuti dengan menulis waktunya. Sedangkan simbol untuk posisi duga adalah setengah lingkaran kecil mengelilingi titik kecil pada segmen garis haluan, waktu ditulis dekat dengan sudutnya secara mendatar. Titik pada posisi fix, running fix, sebaiknya kecil saja dan rapih.

Sebagai tambahan atas simbol dan penandaan, ada 6 aturan dasar yang akan menuntun seorang navigator tetang kapan penentuan posisi duga dan pembuatan garis haluan dilakukan, yaitu :
  1. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktu dilaksanakannya dalam setiap jam.
  2. Penentuan posisi duga harus dibuat setiap perubahan haluan dilakukan.
  3. Penentuan posisi duga harus dibuat ketika perubahan kecepatan kapal dilakukan.
  4. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktu ditetapkannya posisi pasti atau “running fix”.
  5. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktunya ketika hanya diperoleh satu garis baringan.
  6. Suatu garis haluan yang baru harus dibuat dari posisi yang pasti atau “running fix” segera setelah diketahui pasti kedudukannya di peta.

Baca Selengkapnya ya...

Tuker link para blogger

Kawan-kawan blogger semua sambil mampir di blog ini, mohon sekalian untuk mengisi link tanda persahabatan kita semua untuk menjalin tali silaturahmi, terima kasih.



Baca Selengkapnya ya...

Minggu, 14 Juni 2009

Posisi duga

Pada zaman dahulu kala, ketika para pelaut dengan gagah beraninya mengarungi samudera yang luas dan hanya berbekal pengetahuan ala kadarnya, maka mereka mengembangkan perhitungan untuk mengetahui posisi duga sebagai suatu usaha agar kapalnya tetap pada posisi lintasannya.
Perhitungan atau penentuan posisi duga dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Dead Reckoning yang disingkat DR.
Istilah posisi duga diperoleh sebagai suatu kesimpulan atas perhitungan duga, prosesnya adalah dengan menghitung secara ilmu ukur sudut atas kecepatan dan haluannya mulai dari tempat tolak kapal.
Meskipun pada era yang sudah moderen seperti saat ini, namun istilah posisi duga masih tetap digunakan. Perhitungan posisi duga merupakan pengetahuan yang sangat mendasar dalam menavigasi kapal.
Perhitungan posisi duga adalah suatu proses untuk menentukan posisi kapal dengan menggunakan posisi terakhir yang telah ditentukan dengan baik/pasti. Hal ini dimulai dengan mengacu haluan sejati kapal, menghitung jarak yang telah ditempuh (dan hubungannya dengan putaran motor/mesin induk) atau perhitungan atas pengukuran kecepatan dan haluan sejati kapal tanpa memperhitungkan pengaruh arus; dengan memproyeksikan haluan dan kecepatan kapal berikutnya dari posisi terakhir maka maka posisi kapal berikutnya dapat diperhitungkan.
Penentuan posisi duga merupakan suatu proses yang umum dikerjakan di sebuah kapal guna mengetahui perkembangan pelayarannya. Penentuan posisi duga juga dilaksanakan dalam upaya mengembangkan rencana atau memproyeksikan rencana untuk arah pelayaran berikutnya.
Unsur penting atau kunci dalam perhitungan posisi duga dapat disimpulkan sebagai berikut :
  1. Hanya haluan sejati kapal yang diperhitungkan.
  2. Jarak tempuh (jauh) yang diperhitungkan adalah yang sesuai dengan kecepatan putaran mesin induk kapal selama pelayaran berlangsung.
  3. Penentuan posisi duga selalu dimulai dari posisi kapal yang terakhir (posisi pastinya atau fixed position).
  4. Pengaruh arus tidak diperhitungkan.
Di tengah laut tidak selalu kita dapat menetapkan secara pasti posisi kapal,hal ini mungkin disebabkan karena faktor cuaca, peralatan yang berfungsi kurang baik dan lain sebagainya. Pada kondisi seperti itu, seorang navigator harus mengandalkan perhitungan posisi duganya untuk menunjukkan keberadaan kapalnya saat itu.
Penentuan posisi duga juga harus dilakukan pada keadaan yang ekstrim seperti di perairan yang dangkal atau pada daerah berbahaya lainnya. Jika kapal berlayar dengan haluan serta kecepatan sesuai dengan yang telah diperhitungkan dimana pengaruh angin dan atau arus diabaikan, maka setiap waktu penentuan posisi duga akan menunjukkan posisi yang akurat.
Sekalipun kondisi seperti itu sangat jarang terjadi, suatu penentuan posisi duga hanyalah sebuah perkiraan dari posisi sejati kapal, karenanya usaha untuk memelihara secara tetap dan akurat atas perhitungan posisi duga jelas harus tetap dilakukan.
Seorang navigator harus tahu posisi kapalnya, atau perkiraan posisinya untuk menunjukkan/menentukan kapan ia harus merubah haluan sampai ditemukannya alat bantu navigasi lain untuk mengenal tanda-tanda adanya daratan.
Penentuan posisi duga biasanya dikerjakan di atas peta laut yang sesuai dengan daerah dimana kapal sedang berlayar. Hasil penentuan posisi duga tadi memungkinkan sang navigator untuk menggambarkan atau mevisualisasikan posisi kapalnya terhadap daratan atau bahaya-bahaya navigasi lain.

Baca Selengkapnya ya...

Selasa, 26 Mei 2009

Award pertamaku

Pagi - pagi sekali cuaca masih sejuk, langsung cek kondisi blog siapa tahu ada kawan bersilaturahmi, eh ternyata pagi pagi seperti ini sudah banyak sekali kawan -kawan blog sudah berkunjung.

SAHABAT PENA

ada salah satu sahabat penaku memberikan suatu penghargaan kepadaku yaitu sebuah award yaitu AWARD SAHABAT PENA pertama bagiku. Sebagai penghargaanku kepadanya maka langsung kupasang award pemberiaanya di blogku. terima kasih kawan semoga silaturahmi kita jalan terus. Amin
Baca Selengkapnya ya...

Selasa, 12 Mei 2009

Persiapan bahan dan alat

Langkah pertama kali dalam proses pembuatan sebuah jaring adalah mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan jaring. Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membuat sebuah jaring antara lain:

Alat:
  1. Coban
  2. Seleran
  3. gunting/ pisau
  4. Frame

Bahan :
Benang PA, PE, Nilon, dll

Alat dan bahan ini merupakan komponen pokok yang harus tersedia dalam proses pembuatan sebuah jaring.
>Coban dapat diartikan sebagai suatu alat yang berbentuk seperti jarum digunakan untuk menempatkan atau menggulung benang yang akan digunakan dalam proses pembuatan jaring.

Jenis -jenis coban antara lain :
  1. Coban dari besi
  2. Coban dari bambu
  3. Coban dari kayu
  4. Coban dari plastik

Contoh bentuk/ jenis Coban
Seleran merupakan alat yang digunakan untuk membentuk setengah mata jaring, yang ukurannya dapat kita sesuaikan dengan ukuran mata jaring yang akan kita buat. lebar seleran ini setengah dari ukuran mata jaring yang akan kita buat.

Jenis-jenis seleran tidak jauh seperti dengan coban antara lain :
  1. Seleran dari besi
  2. Seleran dari bambu
  3. Seleran dari kayu
  4. Seleran dari plastik
Bentuk Seleran


Gunting atau pisau merupakan alat untuk digunakan dalam proses pemotongan benang jaring.

Frame adalah alat yang digunakan dalam proses pembuatan jaring yang digunakan untuk menggantung jaring yang akan dibuat.

Bahan :
Berdasarkan jenis bahan benang maka bahan jaring ini disesuaikan dengan peruntukan jaring tersebut untuk jenis alat tangkap apa?.
Jika jaring yang akan kita buat diperuntukkan untuk alat tangkap gill net yang dimana alat tangkap ini membutuhkan tingkat kehalusan, dan elastisitas yang cukup tinggi maka jenis bahan yang sesuai untuk gill net adalah PA continuous filamen, kemudian untuk alat tangkap trawl dimana trawl merupakan sebuah alat tangkap yang membutuhkan jenis bahan yang cukup kuat dan tahan terhadap gesekan maka bahan yang sesuai untuk trawl adalah polyethylene mono filament. sedangkan untuk jenis alat tangkap yang lainnya disesuaikan dengan karakteristik alat itu sendiri.
Baca Selengkapnya ya...

Proses analisa sebelum membuat alat tangkap

Sebelum Anda melakukan proses pembuatan sebuah alat tangkap, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
  1. Melakukan analisa tentang ikan apa yang akan kita tangkap.
  2. Mengetahui dimana ikan tersebut akan di tangkap.
  3. Bagaimana tingkah lakunya.
  4. Berapa jumlah ikan yang akan ditangkap.
  5. Berapa banyak bahan yang digunakan.
  6. Jenis bahan apa yang digunakan.
  7. Sifat-sifat bahan.
  8. Kapal yang sesuai dengan daerah penangkapannya.

Beberapa hal tersebut diatas merupakan sebuah analisa yang kita gunakan untuk melihat seberapa besar biaya yang akan kita keluarkan dengan tingkat keberhasilan hasil tangkapan nantinya oleh alat tangkap yang akan kita buat.
Sehingga jika diperoleh suatu perhitungan dan alanisa yang sesuai dengan harapan maka proses perancangan dan pembuatan alat tangkap dapat dilanjutkan, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kerugian yang terlalu besar.
Sebagai seorang wirausahawan bidang perikanan tangkap, proses analisa awal sangatlah penting dikarenakan usaha yang kita lakukan sangat berhubungan dengan prospek pasar sebuah salah satu jenis ikan. Hal ini sebagai acuan kita dalam membuat sebuah alat tangkap.
Baca Selengkapnya ya...

Sabtu, 02 Mei 2009

Penerimaan Mahasiswa baru program Diloma 4

Program pendidikan D4 kerjasama PPPPTK Pertanian (VEDCA) Cianjur dengan POliteknik Negeri Jember bidang Konsentrasi:
  1. Kultur Jaringan Tanaman
  2. Teknologi Benih
  3. Agribisnis Ruminansia
  4. Agribisnis Sutera Alam
  5. Budidaya Perairan
  6. Nautika Perikanan Laut
  7. Pengendalian Mutu Agroinddustri
  8. Rancangbangun Peralatan Pertanian
  9. Teknologi Herbal

Persyaratan :
  1. Fotocopy ijasah SMA/SMK/MA sederajat dilegalisir 3 lembar
  2. Fotocopy DANEM dilegalisisr 3 lembar
  3. Pas photo berwarna 3x4 dan 4x6 masing-masing 4 lembar klise terbaru
  4. Surat keterangan sehat dari Dokter

Tempat Pendaftaran :
Kampus VEDCA : Jalan Jangari Km. 14 Cianjur Telp. (0263) 285003
Ext, 140 Fax. (0263) 285026

Kontak Person :
  1. Ir. Krisharyanto TP, MM HP. 0817223002
  2. Totok Santoso SH, MM HP. 0817101007

Baca Selengkapnya ya...

Jumat, 01 Mei 2009

Penerimaan Mahasiswa baru program alih jenjang

Program D3 ke D4 (alih jenjang)
Program alih jenjang D3 ke D4 kerjasama PPPPTK Pertanian (VEDCA) cianjur dengan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB dan SEAMOLEC untuk bidang konsentrasi :
  1. Akuakultur
  2. Kultur Jaringan Tanaman
Pendidikan berlangsung selama 14 bulan (2 bulan matrikulasi, 12 bulan kuliah dan praktik).

Persyaratan :
  1. Fotocopy ijasah dan transkrip D3 bidang Pertanian dan Perikanan dilegalisir 3 lembar
  2. Pas photo berwarna 3x4 dan 4x6 masing-masing 4 lembar klise terbaru
  3. Surat keterangan sehat dari Dokter

Biaya :
  1. Pendaftaran : Rp. 100.000,-
  2. Daftar ulang : RP. 250.000,-
  3. Pendidikan (diluar biaya matrikulasi) : Rp. 11.000.000,-
Tempat pendaftaran :
Kampus VEDCA: Jalan Jangari Km. 14 cianjur Telp. (0263) 285003,
Ext. 140, Fax. (0263) 285026

Kontak person :
  1. Ir. Krisharyanto TP, MM HP. 0817223002
  2. Totok Santoso, SH, MM HP. 0817101007
Baca Selengkapnya ya...

Kamis, 30 April 2009

Softwere

Mencari softwere disinilah tempatnya :

1. Internet Explorer 7

2. DivXversi.5.1.1+Prokeygen

3. Adobe Acrobat

4. McAfee Antivirus Scan Enterprise 8.5

5. Internet Download Manager versi 5.16 Portable

6. NOD32_OnDemand_Scanner Portable

7. Firefox_Portable_3.0.11 Portable

8. AdobePhotoshop7.0+serial number

9. Tune up 2009

10. Macromedia Flash MX

11. Crack microsoft office 2007 Genuine

12. Setting windows XP jadi Genuine

13. Microsoft Office Professional v2003 keygen by AGAiN






Baca Selengkapnya ya...

Artikel NPL

1. Tutorial Office

2. Artikel Ilmu Pelayaran Part. I

3. Materi Komunikasi Pelayaran Non Elektronik

4. Penelitian tentang ikan Lemuru

5. Artikel Alat tangkap Traps and Pots


Baca Selengkapnya ya...

Kamis, 16 April 2009

Ilmu Pelayaran

Ilmu Pelayaran ialah suatu ilmu pengetahuan yang mengajarkan cara untuk melayarkan sebuah kapal dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan selamat aman dan ekonomis. Disebabkan pengaruh laut, misalnya ombak, arus, angin, maka jarak yang terpendek belum tentu dapat ditempuh dalam waktu yang tersingkat. Dapat saja terjadi bahwa jarak yang panjang adalah pelayaran yang baik ditempuh dalam waktu yang lebih singkat karena dalam pelayarannya mendapat arus dari belakang.
Jadi, didalam menentukan pelayaran yang akan ditempuh, kapal haruslah diperhatikan faktor faktor cuaca, keadaan laut, sifat sifat kapalnya sendiri, dan faktor lainya sehingga diperoleh suatu rencana pelayaran yang paling ekonomis dan cukup aman. Secara garis besar ilmu pelayaran dapat dibagi atas :
Ilmu Pelayaran Datar, yaitu Ilmu Pelayaran yang menggunakannda benda bumiawi (Pulau, Gunung, Tanjung, Suar, dlsb),sebagai pedoman dalam membawa kapal dari satu tempatketempat lain, Ilmu Pelayaran Astronomis, Yaitu Ilmu Pelayaran yang menggunakan benda benda angkasa (Matahari, Bulan, Bintang,dlsb), sebagai pedoman dalam membawa kapal dari satu tempatketempat lain,
Navigasi Electronics, Yaitu Ilmu Navigasi yang berdasarkan atas alat alat elektronika seperti radio pencari arah (RDF). RADAR,LORAN, DECCA, dlsb.
Baca Selengkapnya ya...

Senin, 30 Maret 2009

Kelas Scypozoa (Skyphos = cawan; zoon = binatang)

B. Kelas Scypozoa (Skyphos = cawan; zoon = binatang)

Bentuk tubuh Scyphozoa menyerupai mangkuk atau cawan, sehingga sering disebut ubur-ubur mangkuk. Contoh hewan kelas ini adalah Aurellia aurita, berupa medusa berukuran garis tengah 7 – 10 mm, dengan pinggiran berlekuk-lekuk 8 buah. Hewan ini banyak terdapat di sepanjang pantai.

Seperti Obelia, Aurellia juga mengalami pergiliran keturunan seksual dan aseksual. Aurellia memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma secara internal di dalam tubuh individu betina.


Hasil pembuahan adalah zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel, silia dilepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda disebut skifistoma. Skifistoma kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurellia tampak seperti tumpukan piring dan disebut strobilasi. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri dan menjadi medusa muda disebut Efira. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa. Daur hidup Aurellia dapat diamati di bawah ini.

Gambar 9a. Daur hidup Aurellia aurita
Baca Selengkapnya ya...

Kelas Hydrozoa

A. Kelas Hydrozoa
Hydrozoa hidupnya ada yang soliter (terpisah) dan ada yang berkoloni (berkelompok). Hydrozoa yang soliter mempunyai bentuk polip, sedangkan yang berkoloni dengan bentuk polip dominan dan beberapa jenis membentuk medusa. Contoh Hydra dan Obellia.

1. Hydra

Bentuk tubuh Hydra seperti polip, hidup di air tawar. Ukuran tubuh Hydra antara 10 mm – 30 mm. Makanannya berupa tumbuhan kecil dan Crustacea rendah. Bagian tubuh sebelah bawah tertutup membentuk kaki, gunanya untuk melekat pada obyek dan untuk bergerak. Pada ujung yang berlawanan terdapat mulut yang dikelilingi oleh hypostome dan di sekelilingnya terdapat 6 – 10 buah tentakel. Tentakel berfungsi sebagai alat untuk menangkap makanan. Selanjutnya makanan dicernakan di dalam rongga gastrovaskuler.

Perkembangan Hydra terjadi secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara aseksual terjadi melalui pembentukan tunas/budding, kira-kira pada bagian samping tengah dinding tubuh Hydra. Tunas telah memiliki epidermis, mesoglea dan rongga gastrovaskuler. Tunas tersebut terus membesar dan akhirnya melepaskan diri dari tubuh induknya untuk menjadi individu baru.

Perkembangbiakan secara seksual terjadi melalui peleburan sel telur (dari ovarium) dengan sperma (dari testis). Hasil peleburan membentuk zigot yang akan berkembang sampai stadium gastrula. Kemudian embrio ini akan berkembang membentuk kista dengan dinding dari zat tanduk. Kista ini dapat berenang bebas dan di tempat yang sesuai akan melekat pada obyek di dasar perairan. Kemudian bila keadaan lingkungan membaik, inti kista pecah dan embrio tumbuh menjadi Hydra baru.

Gambar 6. Bagan perkembangbiakan seksual Hydra

Gambar 7. Bagan perkembangbiakan seksual Hydra

2. Obelia

Obelia hidup berkoloni di laut dangkal sebagai polip di batu karang atau berenang di air sebagai medusa. Polip pada Obelia dibedakan menjadi 2 jenis polip pada cabang-cabang yang tegak, yaitu :
a.Hydrant, yaitu polip yang bertugas mengambil dan mencernakan makanan.
b.Gonangium, yaitu polip yang bertugas melakukan perkembangbiakan aseksual, menghasilkan Obelia dalam bentuk medusa.

Bagaimana perkembangbiakan Obelia? Perkembangbiakan Obelia mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara keturunan seksual dengan keturunan aseksual.

Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh gonangium. Pada gonangium terbentuk tunas, kemudian setelah matang tunas memisahkan diri dari induknya dan berkembang menjadi medusa muda yang dapat berenang bebas. Selanjutnya medusa muda berkembang menjadi medusa dewasa.

Perkembangbikan seksual terjadi pada medusa dewasa. Hewan Obelia mempunyai dua alat kelamin (hermaprodit). Medusa dewasa akan menghasilkan sel telur / ovum dan sperma. Pembuahan ovum oleh sperma terjadi di luar tubuh (eskternal) dan membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Pada tempat yang sesuai planula akan merekatkan diri menjadi polip muda, lalu polip dewasa., kemudian tumbuh menjadi hewan Obelia. Selanjutnya, Obelia memulai melakukan pembiakan aseksual dengan pembentukan tunas/budding, sehingga membentuk koloni Obelia yang baru.
Gambar 9. Daur hidup Obellia
Baca Selengkapnya ya...

Coelentarata

Setelah mempelajari Porifera dengan baik, maka kegiatan belajar Anda dapat dilanjutkan pada materi Coelentarata.

Seperti hewan Porfera, maka Coelentarata pun umumnya hidup di laut, kecuali beberapa jenis dari Hydrozoa yang hidup di air tawar. Arti dari Coelentarata adalah koilos yakni rongga dan anteron berarti usus. Jadi Coelentarata dapat diarikan hewan yang memiliki rongga usus.

Pernahkah Anda menemukan hewan Coelentarata? Bila Anda berjalan-jalan di pantai, berperahu di laut, atau mengunjungi taman laut, Anda akan melihat atau menemukan hewan berbentuk karang, menyerupai bunga mawar, dan ada hewan yang melayang-layang di laut sebagai parasut seukuran mangkung/piring. Itu semua adalah hewan yang termasuk Coelentarata.

Coelentarata merupakan golongan hewan diploblastik, karena tubuhnya tersusun atas dua lapisan sel, yaitu ektodermis (epidermis) dan gastrodermis (endodermis). Diantara kedua lapisan tersebut terdapat lapisan non seluler disebut mesoglea, dan pada lapisan ini tersebar sel-sel saraf

Pada lapisan ektodermis terdapat sel knidoblast. Di dalam knidoblast terdapat nematokist (paling banyak pada tentakel) yaitu alat yang berfungsi untuk melumpuhkan dan mempertahankan diri dari musuhnya, disebut juga alat penyengat.
Bentuk Tubuh Coelentarata Dalam siklus hidupnya pada umumnya Coelentarata mempunyai dua bentuk tubuh, yaitu Polip dan Medusa.a.Polip adalah bentuk kehidupan Coelentarata yang menempel pada tempat hidupnya. Tubuh berbentuk silindris, bagian proximal melekat dan bagian distal mempunyai mulut yang dikelilingi tentakel. Polip yang membentuk koloni memiliki beberapa macam bentuk (polimorfisme). Misalnya yang berbeda fungsinya yakni ada polip untuk pembiakan yang menghasilkan medusa (gonozoid) dan polip untuk makan yakni gastrozoid.b.Medusa adalah bentuk ubur-ubur seperti payung/parasut atau seperti lonceng yang dapat berenang bebas.Setiap hewan Coelentarata mempunyai rongga gastrovaskuler. Rongga gastrovaskuler Coelentarata bercabang-cabang yang dipisahkan oleh septum/penyekat dan belum mempunyai anus. Reproduksi atau perkembangbiakan dapat dilakukan secara aseksual dan seksual. Gambar 5. Struktur tubuh Coelentarata (a) bentuk polip (b) nematokis Klasifikasi Coelentarata Filum Coelentarata dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas Hydrozoa, Scyphozoa dan Anthozoa.
Baca Selengkapnya ya...

Klasifikasi Porifera

C. Klasifikasi Porifera
Berdasarkan atas kerangka tubuh atau spikulanya, Porifera dibagi menjadi tiga kelas.

1. Kelas Calcarea
Kerangka tubuh kelas Calcarea berupa spikula seperti duri-duri kecil dari Kalsium Karbonat. Misalnya Scypa, Grantia, Leucosolenia.

2. Kelas Hexatinellida
Kerangka tubuh kelas Hexatinellida berupa spikula yang mengandung Silikat atau Kersik (SiO2). Bentuk tubuh umumnya berbentuk silinder atau corong. Misalnya Euplectella aspergilium.

3. Kelas Demospongia
Kerangka tubuh kelas Demospongia terbuat dari spongin saja, atau campuran spongin dan zat kersik. Misalnya Euspongia sp dan Spongilla sp.
Dari ketiga kelas di atas, menurutmu kelas manakah yang bermanfaat untuk manusia?
Gambar 4. Contoh hewan Porifera

Baca Selengkapnya ya...

Tipe Tubuh Porifera

B.Tipe Tubuh Porifera

Berdasarkan sistem saluran air yang terdapat pada Porifera, hewan ini dibedakan atas tiga tipe tubuh, yaitu tipa Ascon, tipe Sycon dan tipe Rhagon. Ikuti uraian berikut ini!

1. Tipe Ascon

Tipe Ascon merupakan tipe Porifera yang mempunyai sistem saluran air sederhana. Air masuk melalui pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lalu keluar melalui oskulum. Contoh tipe Ascon misalnya Leucoslenia.

2. Tipe Sycon

Tipe Sycon merupakan Porifera yang mempunyai dua tipe saluran air, tetapi hanya radialnya yang mempunyai koanosit. Air masuk melalui pori ’‡ke saluran radial yang berdinding koanosit ’‡spongocoel ’‡keluar melalui oskulum, misalnya Scypha.

3. Tipe Rhagon (Leucon)

Tipe Rhagon merupakan Porifera dengan tipe saluran air yang paling kompleks/rumit. Porifera ini mempunyai lapisan masoglea yang tebal dengan sistem saluran air bercabang-cabang. Koanosit dibatasi oleh suatu rongga yang bersilia berbentuk bulat.
Air masuk melalui pori ’‡saluran radial yang bercabang-cabang ’‡keluar melalui oskulum. misalnya Euspongia dan Spongida.
Gambar 3. Beberapa sistem saluran pada Porifera

Baca Selengkapnya ya...

Avertebrata 1

PORIFERA A. Ciri-ciri Porifera

Kata Porifera berasal dari bahasa Latin, porus yang berarti lubang kecil atau pori dan ferre yang berarti mempunyai. Jadi, Porifera dapat diartikan hewan yang memiliki pori pada struktur tubuhnya.

Porifera merupakan hewan bersel banyak (metazoa) yang paling sederhana. Sebagian besar hewan ini hidup di laut dangkal, sampai kedalaman 3,5 meter, dan hanya satu suku (familia) yang hidup di habitat air tawar yaitu Spongilidae.
Porifera mempunyai bentuk tubuh menyerupai vas bunga atau piala dan melekat pada dasar perairan. Tubuhnya terdiri dari dua lapisan sel (diploblastik) dengan lapisan luar (epidermis) tersusun atas sel-sel berbentuk pipih, disebut pinakosit. Pada epidermis terdapat porus/lubang kecil disebut ostia yang dihubungkan oleh saluran ke rongga tubuh (spongocoel). Sedangkan lapisan dalam tersusun atas sel-sel berleher dan berflagel disebut koanosit yang berfungsi untuk mencernakan makanan

Diantara epidermis dan koanosit terdapat lapisan tengah berupa bahan kental yang disebut mesoglea atau mesenkim. Di dalam mesoglea terdapat beberapa jenis sel, yaitu sel amubosit, sel skleroblas, sel arkheosit.

Sel amubosit atau amuboid yang berfungsi untuk mengambil makanan yang telah dicerna di dalam koanosit. Sel skleroblas berfungsi membentuk duri (spikula) atau spongin. Spikula terbuat dari kalsium karbonat atau silikat. Sedangkan spongin tersusun dari serabut-serabut spongin yang lunak, berongga seperti spon.

Sedangkan sel arkheosit berfungsi sebagai sel reproduktif, misalnya pembentuk tunas, pembentukan gamet, pembentukan bagian-bagian yang rusak dan regenerasi.


Perhatikan gambar 1. Irisan melintang tubuh Porifera
Gambar 1. (a) dan (b) struktur tubuh porifera, serta (c) koanosit.

Gambar di bawah ini adalah macam-macam spikula dengan bahan penyusunnya.

Gambar 2. Macam-macam bentuk spikula
Makanan Porifera berupa partikel zat organik atau makhluk hidup kecil yang masuk bersama air melalui pori-pori tubuhnya. Makanan akan ditangkap oleh flagel pada koanosit. Selanjutnya makanan dicerna di dalam koanosit. Dengan demikian pencernaannya secara intraselluler. Setelah dicerna, zat makanan diedarkan oleh sel-sel amubosit ke sel-sel lainnya. Sedangkan zat sisa makanan dikeluarkan melalui oskulum bersama sirkulasi air.

Porifera berkembangbiak secara aseksual dan seksual. Pembiakan secara aseksual dengan pembentukan tunas (budding). Tunas atau budding yang dihasilkan kemudian memisahkan diri dari induknya dan hidup sebagai individu baru, atau tetap menempel pada induknya sehingga menambah jumlah bagian-bagian dari kelompok Porifera. Sedangkan pembiakan secara seksual berlangsung dengan persatuan antara sel telur dan spermatozoid, dan menghasilkan zigot yang selanjutnya berkembang menjadi larva berflagel. Larva tersebut dapat berenang dan keluar melalui oskulum. Bila menemukan tempat yang sesuai, larva akan menempel kemudian tumbuh menjadi Porifera baru.

Nah, untuk mengenal lebih jauh tentang Porifera, cobalah sekali waktu Anda berwisata ke pantai. Perhatikan hewan-hewan kecil yang melekat pada dasar perairan. Bila bentuk tubuhnya seperti vas bunga/piala, pasti hewan tersebut adalah Porifera.

Menurutmu, bagaimanakah cara hidup hewan Porifera? Profera hidup secara heterotrof, menempel di dasar laut dengan kedalaman 5 km. Adapula yang hidup di air tawar, misalnya Haliciona.
Baca Selengkapnya ya...

Rabu, 25 Maret 2009

Daerah penangkapan ikan Lemuru

Perairan dimana terdapat banyak ikan bergerombol dan memungkinkan untuk dapat ditangkap dengan alat tangkap tertentu dinamakan daerah penangkapan petensial.

Berdasarkan Penelitian Akustik yang dilakukan oleh Balai Penelitian Perikanan Laut (BPPL) dengan menggunakan alat fish finder, ternyata ikan-ikan Lemuru di perairan Selat Bali hanya terpusat di paparan saja (paparan Jawa dan Bali) pada kedalaman kurang dari 200m, sedangkan di luar paparan ikan ini tidak dapat ditemukan. Pada siang hari ikan Lemuru ini mempunyai kebiasaan membentuk gerombolan dalam jumlah yang cukup padat di dasar perairan, sedangkan pada malam hari naik ke permukaan dan agak menyebar.



Para nelayan memberikan nama kepada daerah-daerah penangkapan yang ada di perairan Selat Bali secara turun-temurun. Nama-nama tersebut diberikan berdasarkan nama daratan yang terdekat/ terlihat saat operasi penangkapan berlangsung baik berupa tanjung, teluk atau tanda-tanda lainnya. Nama-nama daerah penangkapan yang ada di Selat Bali berdasarkan hasil pencacatan selama penelitian terdapat 8 nama daerah penangakan yaitu : Klosot (Wringinan); Senggrong; Tg. Angguk; Kr. Ente; Grajagan, ke lima daerah ini terletak di paparan Jawa, sedangkan daerah penangkapan Pulukan; Seseh; Uluwatu ke tiga daerah ini terletak pada paparan Bali. Selain ke delapan daerah penangkapan diatas, ada daerah penangkapan lainnya yaitu Teluk pang-pang , TI Banyubiru, dan TI Senggrong yang merupakan daerah penangkapan alat bagan tancap dan bagan apung.

Lemuru ( Sardinella Lemuru) menghuni perairan tropis yang ada di daerah Indo-Pacific. Menurut Whitehead ( 1985), ikan ini merupakan habitat yang menghuni suatu daerah dengan area yang luas yaitu di sebelah timur samudra india, yaitu. Pukhet, Thailand, pantai selatan di jawa timur dan Bali, Australia barat, dan samudera pasifik ( dari Pulau Jawa sebelah utara sampai Pilipina, Hong Kong, Taiwan bagian selatan dan Pulau Jepang). Di sebelah tenggara pulau Jawa dan Bali, konsentrasi ikan Lemuru sebagian besar berada di Selat Bali.

Selama siang hari gerombolan ikan padat ditemukan dekat dengan dasar perairan, sedang pada malam mereka bergerak ke lapisan dekat permukaan membentuk gerombolan yang menyebar. Sekali – kali kadang gerombolan Lemuru ditemukan di atas permukaan selama siang hari ketika cuaca berawan dan gerimis. Bagaimanapun, secara normal sulit untuk menangkap ikan tersebut dengan cepat. Penangkapan secara normal dapat dilakukan selama malam hari ketika ikan pindah/ bergerak dekat dengan permukaan air.

Juvenile Lemuru tinggal di perairan yang dangkal dan menjadi target dari alat tangkap tradisional, seperti liftnet, gillnets, dan lain lain. Lemuru berada di teluk Pangpang, dekat ujung Sembulungan dan semenanjung Senggrong di sisi pulau Jawa dan di Teluk Jimbaran Bali. Ukuran ikan terkecil ini kurang dari 11cm (nama local disebut sempenit) secara umum mulai bulan Mei sampai September dan kadang-kadang meluas ke Desember. ikan Yang lebih besar menghuni perairan lebih dalam dan secara umum ukuran dari ikan bertambah panjang semakin ke arah selatan.

Selat Bali merupakan daerah perairan yang relatif sempit (sekitar 960 mil2). Mulut bagian utara sekitar 1 mil dan merupakan perairan yang dangkal (kedalaman sekitar 50 meter) sedangkan mulut bagian selatan sekitar 28 mil dan merupakan perairan yang dalam. Perairan Selat Bali ini mempunyai kesuburan yang tinggi.



Gambar : Daerah penyebaran ikan Lemuru di Selat Bali



Sumber : Martinus, dkk (2004)



Gambar. Sebaran ikan Lemuru di selat bali berdasarkan kematangan gonad dan kelimpahannya





Baca Selengkapnya ya...


gif maker
Ingin tukar link banner diatas silahkan copy code berikut ini :



Jika Anda ingin berdonasi silahkan klik dibawah ini :

100 Blog Indonesia Terbaik
Galuh Technologies Web Hosting - Registrasi Domain - Web Desain

Followers

Ikutlah bergabung disini :

Program Affiliate



Masukkan Code ini K1-BC97EB-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com


Produk SMART Telecom

Blog Archive

Recent post

 

Copyright © 2009 by Laut biruku