Selasa, 30 Juni 2009

Statistik perikanan

Database yang diperlukan untuk pengkajian stok, yang pertama diperoleh sebagai data penangkapan atau pendaratan ikan, data biologi dan jumlah kapal yang beroperasi. Sedangkan kategori yang lain terdiri dari data yang diperoleh kapal penelitian yang irancang mengestimasi karakterisasi dari stok.
Data pendaratan ikan
Dengan jumlah jenis ikan yang banyak dan campuran jenis ikan kecil-kecil, dialami adanya kesulitan dalam menyusun statistik perikanan. Untuk menanggulangi hal tersebut ialah dengan mengelompokkan ikan-ikan kecil dalam kelompok ikan lain-lain.
Pengumpulan data statistik perikanan biasanya melalui tingkat Kabupaten/Kota Madya Daerah Tk.II, diteruskan ke Dinas Perikanan Tk.I dan Direktorat Jenderal Perikanan. Biasanya tiap tahun masing-masing tingkatan akan mengeluarkan buku statistik perikanan. Statistik perikanan berisi hasil tangkapan per jenis ikan utama di suatu pantai pendaratan ikan masing-masing propinsi untuk tiap alat penangkapan (Tingkat Nasional).
Upaya penangkapan: Dengan jumlah informasi yang sangat banyak, telah dikumpulkan oleh staf perikanan Daerah Tingkat II/Propinsi berupa jumlah kapal penangkapan, jumlah berbagai alat penangkapan dan ukurannya. Dengan keadaan letak kepulauan Indonesia yang tersebar luas, pengumpulan data statistik mengalami permasalahan tersendiri, ditambah dengan kualitas sumber daya manusia yang masih rendah dan dana yang terbatas.
Sejak tahun 1973, data tahunan tentang hasil tangkapan (kg) per alat tangkap (28 jenis alat) untuk masing-masing propinsi sudah bisa diperoleh dari buku Statistik Perikanan Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian.
Data hasil kapal penelitian
Survei dengan alat trawl sering dilakukan secara sistematik untuk mengkaji sumber daya perikanan demersal terutama di Laut Jawa, Laut Cina Selatan dan Selat Malaka. Tiap stasion, hasil penangkapan disortir, ditimbang dan identifikasi jenis ikannya. Telah diketahui sekitar 118 spesies dan 30 grup spesies, ditambah 8 grup invertebrata dan trash fish. Jumlah trash fish sekitar 3-4% dari total hasil tangkapan trawl. Data lainnya yang dikumpulkan dari stasion penangkapan adalah aspek biologi ikan (panjang, berat, kematangan gorad, otolith dan sebagainya) dan parameter oseanografi.
Survei akustik dilakukan terutama diperairan laut dalam, seperti di Samudera India, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi. Tujuan survei untuk mengkaji distribusi ikan pelagis dan kelimpahannya, serta perubahan-perubahan sumber daya dari musim ke musim.
Penandaan ikan (tagging/marking), dengan cara melekatkan tanda (tags) pada bagian badan/sirip kemudian ikan dilepas lagi ke laut. Dari data ikan yang tertangkap kembali akan diketahui tentang parameter stok ikan: migrasi, mortalitas (total, alam dan penangkapan) pertumbuhan dan tingkat eksploitasi stok.
Baca Selengkapnya ya...

Database perikanan

Sebagai negara kepulauan, terdapat ribuan perkampungan nelayan sepanjang pantai, masing-masing dengan sejumlah perahu/kapal penangkapan dan juga alat tangkap tradisional tanpa menggunakan perahu/kapal. Akibatnya, pengumpulan data hasil penangkapan dan upaya (jumlah kapal) sulit dilakukan.
Analisis pendugaan stok diambil dari beberapa sumber informasi untuk menduga kelimpahan sumber daya dan kecenderungan perubahan populasi. Pada dasarnya informasi diperoleh dari kapal penangkapan (komersial), misalnya jumlah hasil tangkapan dan karakteristik biologi (panjang, sex dan kematangan gonad), dan hasil tangkapan per unitnya (catch per unit effort = CPUE) adalah merupakan data dasar untuk pengkajian stok.
Baca Selengkapnya ya...

Perairan Umum

Pengertian perairan umum adalah bagian dari permukaan bumi yang secara permanen atau berkala digenangi air, baik air tawar, air payau maupun air laut; mulai dari garis pasang surut laut terendah ke arah daratan dan badan air tersebut terbentuk secara alami atau buatan. Perairan umum tidak dimiliki oleh perorangan dan mempunyai fungsi politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan-keamanan dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat. Yang termasuk dalam perairan umum adalah sungai (DAS), danau, waduk, goba dan genangan air lainnya.
Dalam arti luas kebijaksanaan perikanan di Indonesia sebagian besar diarahkan pada regulasi teknik dalam kegiatan perikanan dan dalam perbaikan stock (stock enchancement). Tanggung jawab pemerintah terhadap perairan umum dibagi diberbagai tingkat. Pemerintah pusat mempunyai tugas yang meliputi: (1) regulasi, (2) penelitian, dan (3) pelayanan jasa, akan tetapi pelaksanaannya sering tergantung dari pemerintah daerah propinsi maupun kabupaten. Dinas perikanan menghadapi tugas harian untuk menerapkan peraturan-peraturan serta memberikan informasi serta pelayanan. Tanggung jawab utama pemerintah pusat di antara sekian banyak hal-hal yang berhubungan dengan perikanan perairan umum adalah pelarangan alat-alat penangkapan ikan yang merusak (aliran listrik, peledak), peraturan ukuran mata jaring minimum dan ukuran minimum ikan yang ditangkap serta pembuatan daerah- daerah reservat. Hal-hal tersebut dapat lebih diperinci secara khusus dan didukung oleh peraturan yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah (Dinas Perikanan) dan yang mencerminkan kebutuhan nelayan setempat. Disamping itu terdapat program penebaran ikan (restocking) di perairan umum.
Semuanya ini dipandang sebagai upaya defensif untuk mempertahankan hasil perikanan perairan umum, yang nampaknya tidak ada prospek untuk meningkatkan hasil tangkapan yang lebih tinggi. Tanpa pengelolaan yang baik, meningkatnya pembangunan nasional yang cepat seperti yang berlangsung sekarang dapat mengarah kepada berbagai masalah pada upaya perikanan dan masyarakat yang tergantung padanya.
Baca Selengkapnya ya...

Struktur perikanan

Dalam perikanan di Indonesia terbagi secara ekologis dalam beberapa area yaitu: perikanan laut, perikanan air tawar dan perikanan pantai.
Perikanan laut: kegiatan utama adalah penangkapan (hunting) untuk memanfaatkan sumberdaya hayati laut. Untuk menjaga kelestarian sumberdaya hayati, diperlukan pengelolaan perikanan.
Perikanan air tawar: terdiri dari kegiatan, yaitu kegiatan budidaya dan penangkapan ikan di perairan umum (DAS, danau dan waduk). Untuk perairan umum diperlukan juga studi pengelolaan sumberdaya hayati.
Perikanan pantai: kegiatannya terutama dalam menangani budidaya laut (mariculture) dan budidaya di tambak (air payau).
Kegiatan lain yang mencakup semua kegiatan perikanan adalah penelitian/ pengkajian pascapanen. Untuk selanjutnya pembahasan dikelompokkan dalam pengelolaan sumberdaya perairan umum dan laut, penangkapan, budidaya (air tawar, payau, laut dan keramba jaring apung/KJA) serta pascapanen.
Baca Selengkapnya ya...


gif maker
Ingin tukar link banner diatas silahkan copy code berikut ini :



Jika Anda ingin berdonasi silahkan klik dibawah ini :

100 Blog Indonesia Terbaik
Galuh Technologies Web Hosting - Registrasi Domain - Web Desain

Followers

Ikutlah bergabung disini :

Program Affiliate



Masukkan Code ini K1-BC97EB-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com


Produk SMART Telecom

Blog Archive

Recent post

 

Copyright © 2009 by Laut biruku