Rabu, 25 Maret 2009

Daerah penangkapan ikan Lemuru

Perairan dimana terdapat banyak ikan bergerombol dan memungkinkan untuk dapat ditangkap dengan alat tangkap tertentu dinamakan daerah penangkapan petensial.

Berdasarkan Penelitian Akustik yang dilakukan oleh Balai Penelitian Perikanan Laut (BPPL) dengan menggunakan alat fish finder, ternyata ikan-ikan Lemuru di perairan Selat Bali hanya terpusat di paparan saja (paparan Jawa dan Bali) pada kedalaman kurang dari 200m, sedangkan di luar paparan ikan ini tidak dapat ditemukan. Pada siang hari ikan Lemuru ini mempunyai kebiasaan membentuk gerombolan dalam jumlah yang cukup padat di dasar perairan, sedangkan pada malam hari naik ke permukaan dan agak menyebar.



Para nelayan memberikan nama kepada daerah-daerah penangkapan yang ada di perairan Selat Bali secara turun-temurun. Nama-nama tersebut diberikan berdasarkan nama daratan yang terdekat/ terlihat saat operasi penangkapan berlangsung baik berupa tanjung, teluk atau tanda-tanda lainnya. Nama-nama daerah penangkapan yang ada di Selat Bali berdasarkan hasil pencacatan selama penelitian terdapat 8 nama daerah penangakan yaitu : Klosot (Wringinan); Senggrong; Tg. Angguk; Kr. Ente; Grajagan, ke lima daerah ini terletak di paparan Jawa, sedangkan daerah penangkapan Pulukan; Seseh; Uluwatu ke tiga daerah ini terletak pada paparan Bali. Selain ke delapan daerah penangkapan diatas, ada daerah penangkapan lainnya yaitu Teluk pang-pang , TI Banyubiru, dan TI Senggrong yang merupakan daerah penangkapan alat bagan tancap dan bagan apung.

Lemuru ( Sardinella Lemuru) menghuni perairan tropis yang ada di daerah Indo-Pacific. Menurut Whitehead ( 1985), ikan ini merupakan habitat yang menghuni suatu daerah dengan area yang luas yaitu di sebelah timur samudra india, yaitu. Pukhet, Thailand, pantai selatan di jawa timur dan Bali, Australia barat, dan samudera pasifik ( dari Pulau Jawa sebelah utara sampai Pilipina, Hong Kong, Taiwan bagian selatan dan Pulau Jepang). Di sebelah tenggara pulau Jawa dan Bali, konsentrasi ikan Lemuru sebagian besar berada di Selat Bali.

Selama siang hari gerombolan ikan padat ditemukan dekat dengan dasar perairan, sedang pada malam mereka bergerak ke lapisan dekat permukaan membentuk gerombolan yang menyebar. Sekali – kali kadang gerombolan Lemuru ditemukan di atas permukaan selama siang hari ketika cuaca berawan dan gerimis. Bagaimanapun, secara normal sulit untuk menangkap ikan tersebut dengan cepat. Penangkapan secara normal dapat dilakukan selama malam hari ketika ikan pindah/ bergerak dekat dengan permukaan air.

Juvenile Lemuru tinggal di perairan yang dangkal dan menjadi target dari alat tangkap tradisional, seperti liftnet, gillnets, dan lain lain. Lemuru berada di teluk Pangpang, dekat ujung Sembulungan dan semenanjung Senggrong di sisi pulau Jawa dan di Teluk Jimbaran Bali. Ukuran ikan terkecil ini kurang dari 11cm (nama local disebut sempenit) secara umum mulai bulan Mei sampai September dan kadang-kadang meluas ke Desember. ikan Yang lebih besar menghuni perairan lebih dalam dan secara umum ukuran dari ikan bertambah panjang semakin ke arah selatan.

Selat Bali merupakan daerah perairan yang relatif sempit (sekitar 960 mil2). Mulut bagian utara sekitar 1 mil dan merupakan perairan yang dangkal (kedalaman sekitar 50 meter) sedangkan mulut bagian selatan sekitar 28 mil dan merupakan perairan yang dalam. Perairan Selat Bali ini mempunyai kesuburan yang tinggi.



Gambar : Daerah penyebaran ikan Lemuru di Selat Bali



Sumber : Martinus, dkk (2004)



Gambar. Sebaran ikan Lemuru di selat bali berdasarkan kematangan gonad dan kelimpahannya





Baca Selengkapnya ya...

Waktu penangkapan ikan Lemuru

Pengoperasian pukat cinan dilakukan dengan menggunakan lampu dan tidak menggunakan lampu. Pengoperasian purse seine menggunakan lampu (ngoncor) dipengaruhi oleh umur bulan, dilakukan pada saat musim barat, sedangkan pada musim timur pengoperasian purse seine tidak menggunakan lampu (gadangan) Pencarian gerombolan ikan pada saat Musim Timur dilihat dengan mata telanjang (tanpa bantuan alat lain).
Jika dilihat ada gerombolan ikan yang cukup besar, baru dilakukan operasi penangkapan dengan penurunan jaring. Pada musim Barat, operasi penangkapan dilakukan dengan memakai lampu (ngoncor), yaitu perahu behenti disuatu daerah penangkapan tertentu, lalu memasang lampu tekan (petromax) sebanyak 4-6 buah dalam satu bangkrak. Lampu ini dimaksudkan untuk menarik pehatian ikan-ikan Lemuru untuk berkumpul di dekat lampu. Jika sudah tedihat banyak ikan yang bergerornbol dekat lampu, operasi penangkapan dengan penurunan jaring baru dilakukan. Pada Musim Barat ini tidak selalu memakai lampu, karena sering terjadi saat menuju daerah penangkapan ikan terlihat gerombolan ikan yang cukup besar, yang selanjutnya dilakukan penurunan jaring.
Waktu operasi mengikuti peredaran bulan (Tanggal Jawa). Operasi penangkapan hanya dilakukan pada saat bulan gelap saja dan dilakukan pada malam hari. Pada setiap kali operasi penangkapan, nelayan akan segera kembali kepangkalan begitu bulan mulai muncul. Pada waktu bulan pumama yaitu sekitar 2-3 hari sebelum dan sesudah pumama penuh, kegiatan operasi penangkapan terhenti. Waktu-waktu istirahat ini dipergunakan untuk memperbaiki jaring atau perahu. Jumlah hari operasi penangkapan (hari akttf) untuk satu unit pukat anan setiap bulan selama pendian berlangsung antara 21-23 hari.
Baca Selengkapnya ya...

Musim Penangkapan Ikan Lemuru

Musim ikan Lemuru adalah pada saat musim barat karena persentase ikan Lemuru yang tertangkap lebih tinggi pada bulan musim barat, sehingga hasil tangkap pada bulan musim timur hasil tangkapnya relative lebih sedikit dari pada bulan-bulan musim barat. Produksi ikan Lemuru umumnya mulai naik pada bulan Oktober dan puncaknya adalah bulan Desember dan Januari selanjutnya pada bulan Pebruari mengalami penurunan kembali. Hal ini sesuai dengan apa yang pernah dilaporkan oleh Merta(1992), Merta. Dkk 1999 dan Wudiyanto, 2001
Berdasarkan data dari Resort Muncar tahun 1998, musim ikan Lemuru Selat Bali menurut ukurannya adalah sebagai berikut :
•Sempenit ( <>18 cm) Bulan Oktober sampai Desember
Tabel : Daerah penangkapan sesuai dengan ukuran ikan Lemuru

Produksi ikan Lemuru mulai meningkat sejak bulan Agustus. Peningkatan produksi tersebut dapat dilihat dari munculnya ikan Lemuru sempenit. Antara bulan Desember sampai Maret, ikan sempenit diganti oleh ikan Lemuru protolan. Penurunan ikan Lemuru protolan selanjutnya diikuti oleh peningkatan produksi ikan Lemuru kucing. Informasi tersebut memberikan indikasi bahwa kegiatan penangkapan ikan Lemuru antara bulan Juli sampai dengan april cukup berbahanya bagi kelestarian sumberdaya ikan Lemuru. Ikan Lemuru Sempenit dan Protolan masih berukuran muda dan sebagian besar diduga masih belum mengalami matang gonad. Jika penangkapan ikan berlebihan cenderung mengurangi kemampuan sumberdaya dalam melakukan pemulihan (recovery) secara alami.
Baca Selengkapnya ya...


gif maker
Ingin tukar link banner diatas silahkan copy code berikut ini :



Jika Anda ingin berdonasi silahkan klik dibawah ini :

100 Blog Indonesia Terbaik
Galuh Technologies Web Hosting - Registrasi Domain - Web Desain

Followers

Ikutlah bergabung disini :

Program Affiliate



Masukkan Code ini K1-BC97EB-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com


Produk SMART Telecom

Blog Archive

Recent post

 

Copyright © 2009 by Laut biruku