Jumat, 26 Juni 2009

Membaca desain alat tangkap

Alasan proses pembuatan alat tangkap di dahului dengan membaca desain alat tangkap:
• Merupakan langkah awal dalam konstruksi alat tangkap
• Proses analisis bahan dan alat yang diperlukan
• Proses analisis kebutuhan biaya yang akan dikeluarkan
• Mensinkronkan dengan tujuan dari pembuatan alat tangkap
Baca Selengkapnya ya...

Daya tenggelam

Dalam menentukan daya apung dapat dicari dengan mengguanakan persamaan sebagai berikut:
G = V(C-1) DIMANA V = W : C
Keterangan :
G = daya tengelam
V = volume benda
W = berat benda diudara
C = berat jenis benda


CONTOH:
Diketahui :
W = 5 Kg , BERAT JENIS = 3,5
Ditanyakan : G = ………… ?
JADI G = (5 :3,5)X(3,5 -1)
= 3,5 Kg
Baca Selengkapnya ya...

Kamis, 25 Juni 2009

Daya apung

Dalam menentukan daya apung dapat dicari dengan mengguanakan persamaan sebagai berikut:
B = V(1-C) DIMANA V = W : C
Keterangan :
B = Daya Apung
V = Volume Benda
W = Berat Benda diudara
C = Berat Jenis Benda

CONTOH:
Diketahui:
W = 25 gr, Berat Jenis = 0,25
Ditanyakan : B = ………… ?
Jawab:
Jadi B = (25:0,25) x (1-0,25)
= 75 gram
Baca Selengkapnya ya...

Hanging ratio (Shrinkage/penciutan luar)

Shrinkage (s) adalah perbandingan antara panjang jaring dalam keadaan terentang dengan panjang tali ris atas, dinyatakan dalam %.
Contoh : Misalnya panjang jaring 100 m, dipasang pada tali ris atas 80 m.>
Maka S = {(100-80): (100)}x100%

Jadi S = 20%
Baca Selengkapnya ya...

Selasa, 16 Juni 2009

Penandaan posisi duga

Aturan-aturan penting dalam hal penandaan posisi duga adalah sebagai berikut :
  1. Segera sesudah melukis garis haluan atau menentukan posisi, harus diberi tanda.
  2. Tulisan tidak boleh menutupi garis, tanda-tanda untuk menunjukkan posisi pasti dan posisi yang sedang dijalani harus ditulis mendatar.
  3. Tanda-tanda yang menunjukkan arah dan kecepatan sepanjang garis haluan, harus ditulis searah dengan garisnya.
  4. Garis haluan diberi simbol C (Coarse = haluan) dengan 3 digit/angka yang menandakan derajat haluan sejati, ditempatkan di atas garis haluan.
  5. Tanda yang menyatakan kecepatan rata-rata sepanjang garis haluan adalah S (Speed = kecepatan) diikuti dengan angka berapa kecepatan yang ditunjukkannya, umumnya dalam knot (mil per jam). Tanda ini ditulis dibawah dari garis haluan, biasanya persis di bawah tanda haluan.
  6. Jika posisi duga dilukis sebagai suatu pengembangan perencanaan menurut gerakan kapal dimana jaraknya telah diketahui, kecepatan kapalsebelum berangkat juga telah diketahui, jika ingin memberi tanda posisiduga menurut jaraknya maka tulislah dengan simbol D (Departure =keberangkatan) diikuti dengan jarak dalam mil, ditempatkan di bawahgaris haluan.
  7. Semua tanda harus ditulis dengan jelas dan rapih.
  8. Simbol untuk posisi fix (pasti) adalah sebuah titik yang berada di dalam lingkaran kecil (contoh penulisan : ȧ), waktu ditulis secara mendatar di dekatnya (jika posisi berada pada pertemuan dua garis baringan yang berbeda maka penulisan titik dapat diabaikan).
  9. Simbol untuk Running fix, disingkat R Fix (posisi yang sedang dilayari) adalah sama dengan simbol Fix (posisi pasti) tetapi huruf R Fix diikuti dengan menulis waktunya. Sedangkan simbol untuk posisi duga adalah setengah lingkaran kecil mengelilingi titik kecil pada segmen garis haluan, waktu ditulis dekat dengan sudutnya secara mendatar. Titik pada posisi fix, running fix, sebaiknya kecil saja dan rapih.

Sebagai tambahan atas simbol dan penandaan, ada 6 aturan dasar yang akan menuntun seorang navigator tetang kapan penentuan posisi duga dan pembuatan garis haluan dilakukan, yaitu :
  1. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktu dilaksanakannya dalam setiap jam.
  2. Penentuan posisi duga harus dibuat setiap perubahan haluan dilakukan.
  3. Penentuan posisi duga harus dibuat ketika perubahan kecepatan kapal dilakukan.
  4. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktu ditetapkannya posisi pasti atau “running fix”.
  5. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktunya ketika hanya diperoleh satu garis baringan.
  6. Suatu garis haluan yang baru harus dibuat dari posisi yang pasti atau “running fix” segera setelah diketahui pasti kedudukannya di peta.

Baca Selengkapnya ya...

Tuker link para blogger

Kawan-kawan blogger semua sambil mampir di blog ini, mohon sekalian untuk mengisi link tanda persahabatan kita semua untuk menjalin tali silaturahmi, terima kasih.



Baca Selengkapnya ya...

Minggu, 14 Juni 2009

Posisi duga

Pada zaman dahulu kala, ketika para pelaut dengan gagah beraninya mengarungi samudera yang luas dan hanya berbekal pengetahuan ala kadarnya, maka mereka mengembangkan perhitungan untuk mengetahui posisi duga sebagai suatu usaha agar kapalnya tetap pada posisi lintasannya.
Perhitungan atau penentuan posisi duga dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Dead Reckoning yang disingkat DR.
Istilah posisi duga diperoleh sebagai suatu kesimpulan atas perhitungan duga, prosesnya adalah dengan menghitung secara ilmu ukur sudut atas kecepatan dan haluannya mulai dari tempat tolak kapal.
Meskipun pada era yang sudah moderen seperti saat ini, namun istilah posisi duga masih tetap digunakan. Perhitungan posisi duga merupakan pengetahuan yang sangat mendasar dalam menavigasi kapal.
Perhitungan posisi duga adalah suatu proses untuk menentukan posisi kapal dengan menggunakan posisi terakhir yang telah ditentukan dengan baik/pasti. Hal ini dimulai dengan mengacu haluan sejati kapal, menghitung jarak yang telah ditempuh (dan hubungannya dengan putaran motor/mesin induk) atau perhitungan atas pengukuran kecepatan dan haluan sejati kapal tanpa memperhitungkan pengaruh arus; dengan memproyeksikan haluan dan kecepatan kapal berikutnya dari posisi terakhir maka maka posisi kapal berikutnya dapat diperhitungkan.
Penentuan posisi duga merupakan suatu proses yang umum dikerjakan di sebuah kapal guna mengetahui perkembangan pelayarannya. Penentuan posisi duga juga dilaksanakan dalam upaya mengembangkan rencana atau memproyeksikan rencana untuk arah pelayaran berikutnya.
Unsur penting atau kunci dalam perhitungan posisi duga dapat disimpulkan sebagai berikut :
  1. Hanya haluan sejati kapal yang diperhitungkan.
  2. Jarak tempuh (jauh) yang diperhitungkan adalah yang sesuai dengan kecepatan putaran mesin induk kapal selama pelayaran berlangsung.
  3. Penentuan posisi duga selalu dimulai dari posisi kapal yang terakhir (posisi pastinya atau fixed position).
  4. Pengaruh arus tidak diperhitungkan.
Di tengah laut tidak selalu kita dapat menetapkan secara pasti posisi kapal,hal ini mungkin disebabkan karena faktor cuaca, peralatan yang berfungsi kurang baik dan lain sebagainya. Pada kondisi seperti itu, seorang navigator harus mengandalkan perhitungan posisi duganya untuk menunjukkan keberadaan kapalnya saat itu.
Penentuan posisi duga juga harus dilakukan pada keadaan yang ekstrim seperti di perairan yang dangkal atau pada daerah berbahaya lainnya. Jika kapal berlayar dengan haluan serta kecepatan sesuai dengan yang telah diperhitungkan dimana pengaruh angin dan atau arus diabaikan, maka setiap waktu penentuan posisi duga akan menunjukkan posisi yang akurat.
Sekalipun kondisi seperti itu sangat jarang terjadi, suatu penentuan posisi duga hanyalah sebuah perkiraan dari posisi sejati kapal, karenanya usaha untuk memelihara secara tetap dan akurat atas perhitungan posisi duga jelas harus tetap dilakukan.
Seorang navigator harus tahu posisi kapalnya, atau perkiraan posisinya untuk menunjukkan/menentukan kapan ia harus merubah haluan sampai ditemukannya alat bantu navigasi lain untuk mengenal tanda-tanda adanya daratan.
Penentuan posisi duga biasanya dikerjakan di atas peta laut yang sesuai dengan daerah dimana kapal sedang berlayar. Hasil penentuan posisi duga tadi memungkinkan sang navigator untuk menggambarkan atau mevisualisasikan posisi kapalnya terhadap daratan atau bahaya-bahaya navigasi lain.

Baca Selengkapnya ya...

Selasa, 26 Mei 2009

Award pertamaku

Pagi - pagi sekali cuaca masih sejuk, langsung cek kondisi blog siapa tahu ada kawan bersilaturahmi, eh ternyata pagi pagi seperti ini sudah banyak sekali kawan -kawan blog sudah berkunjung.

SAHABAT PENA

ada salah satu sahabat penaku memberikan suatu penghargaan kepadaku yaitu sebuah award yaitu AWARD SAHABAT PENA pertama bagiku. Sebagai penghargaanku kepadanya maka langsung kupasang award pemberiaanya di blogku. terima kasih kawan semoga silaturahmi kita jalan terus. Amin
Baca Selengkapnya ya...


gif maker
Ingin tukar link banner diatas silahkan copy code berikut ini :



Jika Anda ingin berdonasi silahkan klik dibawah ini :

100 Blog Indonesia Terbaik
Galuh Technologies Web Hosting - Registrasi Domain - Web Desain

Followers

Ikutlah bergabung disini :
Increase your PageRank

Top 10 Award

Program Affiliate



Masukkan Code ini K1-BC97EB-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com


Produk SMART Telecom

Blog Archive

Recent post

 

Copyright © 2009 by Laut biruku