Tampilkan postingan dengan label Pelayaran Datar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelayaran Datar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2009

Penandaan posisi duga

Aturan-aturan penting dalam hal penandaan posisi duga adalah sebagai berikut :
  1. Segera sesudah melukis garis haluan atau menentukan posisi, harus diberi tanda.
  2. Tulisan tidak boleh menutupi garis, tanda-tanda untuk menunjukkan posisi pasti dan posisi yang sedang dijalani harus ditulis mendatar.
  3. Tanda-tanda yang menunjukkan arah dan kecepatan sepanjang garis haluan, harus ditulis searah dengan garisnya.
  4. Garis haluan diberi simbol C (Coarse = haluan) dengan 3 digit/angka yang menandakan derajat haluan sejati, ditempatkan di atas garis haluan.
  5. Tanda yang menyatakan kecepatan rata-rata sepanjang garis haluan adalah S (Speed = kecepatan) diikuti dengan angka berapa kecepatan yang ditunjukkannya, umumnya dalam knot (mil per jam). Tanda ini ditulis dibawah dari garis haluan, biasanya persis di bawah tanda haluan.
  6. Jika posisi duga dilukis sebagai suatu pengembangan perencanaan menurut gerakan kapal dimana jaraknya telah diketahui, kecepatan kapalsebelum berangkat juga telah diketahui, jika ingin memberi tanda posisiduga menurut jaraknya maka tulislah dengan simbol D (Departure =keberangkatan) diikuti dengan jarak dalam mil, ditempatkan di bawahgaris haluan.
  7. Semua tanda harus ditulis dengan jelas dan rapih.
  8. Simbol untuk posisi fix (pasti) adalah sebuah titik yang berada di dalam lingkaran kecil (contoh penulisan : ȧ), waktu ditulis secara mendatar di dekatnya (jika posisi berada pada pertemuan dua garis baringan yang berbeda maka penulisan titik dapat diabaikan).
  9. Simbol untuk Running fix, disingkat R Fix (posisi yang sedang dilayari) adalah sama dengan simbol Fix (posisi pasti) tetapi huruf R Fix diikuti dengan menulis waktunya. Sedangkan simbol untuk posisi duga adalah setengah lingkaran kecil mengelilingi titik kecil pada segmen garis haluan, waktu ditulis dekat dengan sudutnya secara mendatar. Titik pada posisi fix, running fix, sebaiknya kecil saja dan rapih.

Sebagai tambahan atas simbol dan penandaan, ada 6 aturan dasar yang akan menuntun seorang navigator tetang kapan penentuan posisi duga dan pembuatan garis haluan dilakukan, yaitu :
  1. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktu dilaksanakannya dalam setiap jam.
  2. Penentuan posisi duga harus dibuat setiap perubahan haluan dilakukan.
  3. Penentuan posisi duga harus dibuat ketika perubahan kecepatan kapal dilakukan.
  4. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktu ditetapkannya posisi pasti atau “running fix”.
  5. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktunya ketika hanya diperoleh satu garis baringan.
  6. Suatu garis haluan yang baru harus dibuat dari posisi yang pasti atau “running fix” segera setelah diketahui pasti kedudukannya di peta.

Baca Selengkapnya ya...

Minggu, 14 Juni 2009

Posisi duga

Pada zaman dahulu kala, ketika para pelaut dengan gagah beraninya mengarungi samudera yang luas dan hanya berbekal pengetahuan ala kadarnya, maka mereka mengembangkan perhitungan untuk mengetahui posisi duga sebagai suatu usaha agar kapalnya tetap pada posisi lintasannya.
Perhitungan atau penentuan posisi duga dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Dead Reckoning yang disingkat DR.
Istilah posisi duga diperoleh sebagai suatu kesimpulan atas perhitungan duga, prosesnya adalah dengan menghitung secara ilmu ukur sudut atas kecepatan dan haluannya mulai dari tempat tolak kapal.
Meskipun pada era yang sudah moderen seperti saat ini, namun istilah posisi duga masih tetap digunakan. Perhitungan posisi duga merupakan pengetahuan yang sangat mendasar dalam menavigasi kapal.
Perhitungan posisi duga adalah suatu proses untuk menentukan posisi kapal dengan menggunakan posisi terakhir yang telah ditentukan dengan baik/pasti. Hal ini dimulai dengan mengacu haluan sejati kapal, menghitung jarak yang telah ditempuh (dan hubungannya dengan putaran motor/mesin induk) atau perhitungan atas pengukuran kecepatan dan haluan sejati kapal tanpa memperhitungkan pengaruh arus; dengan memproyeksikan haluan dan kecepatan kapal berikutnya dari posisi terakhir maka maka posisi kapal berikutnya dapat diperhitungkan.
Penentuan posisi duga merupakan suatu proses yang umum dikerjakan di sebuah kapal guna mengetahui perkembangan pelayarannya. Penentuan posisi duga juga dilaksanakan dalam upaya mengembangkan rencana atau memproyeksikan rencana untuk arah pelayaran berikutnya.
Unsur penting atau kunci dalam perhitungan posisi duga dapat disimpulkan sebagai berikut :
  1. Hanya haluan sejati kapal yang diperhitungkan.
  2. Jarak tempuh (jauh) yang diperhitungkan adalah yang sesuai dengan kecepatan putaran mesin induk kapal selama pelayaran berlangsung.
  3. Penentuan posisi duga selalu dimulai dari posisi kapal yang terakhir (posisi pastinya atau fixed position).
  4. Pengaruh arus tidak diperhitungkan.
Di tengah laut tidak selalu kita dapat menetapkan secara pasti posisi kapal,hal ini mungkin disebabkan karena faktor cuaca, peralatan yang berfungsi kurang baik dan lain sebagainya. Pada kondisi seperti itu, seorang navigator harus mengandalkan perhitungan posisi duganya untuk menunjukkan keberadaan kapalnya saat itu.
Penentuan posisi duga juga harus dilakukan pada keadaan yang ekstrim seperti di perairan yang dangkal atau pada daerah berbahaya lainnya. Jika kapal berlayar dengan haluan serta kecepatan sesuai dengan yang telah diperhitungkan dimana pengaruh angin dan atau arus diabaikan, maka setiap waktu penentuan posisi duga akan menunjukkan posisi yang akurat.
Sekalipun kondisi seperti itu sangat jarang terjadi, suatu penentuan posisi duga hanyalah sebuah perkiraan dari posisi sejati kapal, karenanya usaha untuk memelihara secara tetap dan akurat atas perhitungan posisi duga jelas harus tetap dilakukan.
Seorang navigator harus tahu posisi kapalnya, atau perkiraan posisinya untuk menunjukkan/menentukan kapan ia harus merubah haluan sampai ditemukannya alat bantu navigasi lain untuk mengenal tanda-tanda adanya daratan.
Penentuan posisi duga biasanya dikerjakan di atas peta laut yang sesuai dengan daerah dimana kapal sedang berlayar. Hasil penentuan posisi duga tadi memungkinkan sang navigator untuk menggambarkan atau mevisualisasikan posisi kapalnya terhadap daratan atau bahaya-bahaya navigasi lain.

Baca Selengkapnya ya...

Kamis, 16 April 2009

Ilmu Pelayaran

Ilmu Pelayaran ialah suatu ilmu pengetahuan yang mengajarkan cara untuk melayarkan sebuah kapal dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan selamat aman dan ekonomis. Disebabkan pengaruh laut, misalnya ombak, arus, angin, maka jarak yang terpendek belum tentu dapat ditempuh dalam waktu yang tersingkat. Dapat saja terjadi bahwa jarak yang panjang adalah pelayaran yang baik ditempuh dalam waktu yang lebih singkat karena dalam pelayarannya mendapat arus dari belakang.
Jadi, didalam menentukan pelayaran yang akan ditempuh, kapal haruslah diperhatikan faktor faktor cuaca, keadaan laut, sifat sifat kapalnya sendiri, dan faktor lainya sehingga diperoleh suatu rencana pelayaran yang paling ekonomis dan cukup aman. Secara garis besar ilmu pelayaran dapat dibagi atas :
Ilmu Pelayaran Datar, yaitu Ilmu Pelayaran yang menggunakannda benda bumiawi (Pulau, Gunung, Tanjung, Suar, dlsb),sebagai pedoman dalam membawa kapal dari satu tempatketempat lain, Ilmu Pelayaran Astronomis, Yaitu Ilmu Pelayaran yang menggunakan benda benda angkasa (Matahari, Bulan, Bintang,dlsb), sebagai pedoman dalam membawa kapal dari satu tempatketempat lain,
Navigasi Electronics, Yaitu Ilmu Navigasi yang berdasarkan atas alat alat elektronika seperti radio pencari arah (RDF). RADAR,LORAN, DECCA, dlsb.
Baca Selengkapnya ya...


gif maker
Ingin tukar link banner diatas silahkan copy code berikut ini :



Jika Anda ingin berdonasi silahkan klik dibawah ini :

100 Blog Indonesia Terbaik
Galuh Technologies Web Hosting - Registrasi Domain - Web Desain

Followers

Ikutlah bergabung disini :
Increase your PageRank

Top 10 Award

Program Affiliate



Masukkan Code ini K1-BC97EB-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com


Produk SMART Telecom

Blog Archive

Recent post

 

Copyright © 2009 by Laut biruku